Tim Nasional Esports Indonesia sukses menyabet gelar juara umum pada ajang SEA Esports Nations Cup 2026 yang berlangsung pada Rabu (13/5/2026). Dominasi Sang Garuda di tiga nomor pertandingan memastikan posisi puncak klasemen dengan perolehan total 446 poin.
Dilansir dari Detik iNET, kontingen Indonesia secara keseluruhan berhasil mengumpulkan tiga medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Pencapaian gemilang ini diawali dari performa impresif di nomor pertandingan PUBG Mobile kategori Solo.
Atlet Alan Raynold Kumaseh alias Satar menyumbangkan medali emas pertama setelah tampil konsisten dengan total 42 poin. Sementara itu, Fazriel Haikal Aditya alias Yummy meraih medali perak pada kategori yang sama dengan catatan 37 poin.
Keberhasilan di sektor individu berlanjut ke kategori Duo saat Satar dan Yummy kembali berduet. Kombinasi keduanya berhasil mengamankan medali perunggu bagi Indonesia setelah mengantongi total 14 poin selama pertandingan berlangsung.
Prestasi serupa dicatatkan oleh Stefanus Aditya yang turun di nomor pertandingan Teamfight Tactics. Stefanus berhasil menguasai jalannya kompetisi dan mempersembahkan medali emas kedua untuk Indonesia setelah menyisihkan lawan-lawannya.
Medali emas ketiga datang dari nomor pertandingan Crossfire: Legends yang diperkuat oleh barisan pemain berpengalaman. Tim ini terdiri dari Gede Bagus Panji Narajaya, Ibnu Qayyim Al Jauziah, Kautsar, Faruqurrohman Ekatama, Muhammad Ilyas Alfarizi, Riddho Putra Muharam, dan Tubagus Mochammad Cipta.
Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Budi Gunawan, menegaskan bahwa dominasi di level internasional ini merupakan buah dari kedisiplinan serta sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan bagi para atlet.
"Kami menjadikan pencapaian ini sebagai standar kompetitif dan dapat menjadi motivasi di tingkat global," ujar Budi Gunawan, Ketua Umum PB ESI.
Pencapaian ini sekaligus memantapkan posisi Indonesia sebagai kekuatan utama industri olahraga elektronik di kawasan Asia Tenggara. PB ESI berharap hasil positif ini menjadi tolok ukur bagi pengembangan bakat esports nasional untuk menghadapi turnamen global mendatang.