Pasar kendaraan listrik di Indonesia menyambut hangat kehadiran Geely EX2. Mobil listrik berukuran kompak ini berhasil mencatatkan angka penjualan ribuan unit hanya dalam waktu beberapa bulan setelah resmi diperkenalkan ke publik.
Seperti dilansir dari Detik Oto, pihak produsen mencatatkan angka penjualan Geely EX2 telah menembus lebih dari 3.500 unit sejak peluncuran perdananya pada Januari 2026. Pencapaian ini merefleksikan tumbuhnya tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap lini produk tersebut. Mayoritas pemilik memanfaatkan kendaraan ini untuk mendukung aktivitas transportasi harian di area perkotaan.
Faktor daya tarik kendaraan ini turut diakui oleh salah satu pemiliknya. Lina (33) mengungkapkan bahwa dirinya terpikat oleh tampilan eksterior serta desain kabin sejak pandangan pertama. Faktor harga yang kompetitif mulai dari kisaran Rp 200 jutaan menjadi alasan kuat lain yang memantapkan pilihannya. Ia mengapresiasi kehadiran teknologi modern seperti Parking Comfort, pengoperarian penyejuk udara jarak jauh lewat aplikasi ponsel, hingga sistem kamera 540 derajat.
"Nyaman digunakan sehari-hari dengan fitur-fitur yang sangat membantu. Pengalaman pertama memiliki mobil listrik yang langsung memberikan rasa percaya diri saat berkendara," kata Lina.
"Geely merupakan brand besar dan Geely EX2 adalah salah satu mobil terlaris di China, sehingga membuat lebih yakin terhadap kualitasnya," sambungnya.
Secara teknis, kendaraan ini dirancang dengan dimensi bodi kompak yang memiliki panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, serta tinggi 1.580 mm. Ruang kabinnya didesain optimal untuk mengakomodasi kapasitas hingga lima orang penumpang.
Efisiensi pemanfaatan ruang interior diklaim mencapai angka 85 persen. Kapasitas penyimpanan didukung oleh keberadaan bagasi depan sebesar 70 liter beserta sejumlah kompartemen tambahan. Suasana interior menerapkan konsep Wraparound Comfort Cabin yang dilengkapi fasilitas Urban Starlight Ambient Lighting 256 warna serta unit layar hiburan HD ukuran 14,6 inci yang mengintegrasikan sistem Flyme Auto.
Sektor performa digerakkan oleh mekanisme penggerak roda belakang yang disuplai oleh baterai berkapasitas 40,8 kWh. Konfigurasi tersebut mampu menyalurkan tenaga sebesar 85 kW dan torsi puncak 150 Nm, dengan estimasi daya jelajah maksimal sejauh 395 km. Akselerasi dari kecepatan 0 hingga 100 km/jam dapat diselesaikan dalam rentang waktu 11,5 detik.
Saat ini, konsumen di Indonesia dihadapkan pada dua opsi tipe kendaraan, yakni varian Pro dan varian Max. Tipe Pro dipasarkan dengan label harga Rp 239,9 juta, sedangkan tipe Max ditawarkan senilai Rp 269,9 juta untuk status On The Road Jakarta. Setiap transaksi pembelian sudah mencakup fasilitas pengisi daya dinding dan pengisi daya portabel tanpa biaya tambahan.
Paket kepemilikan tersebut juga menyertakan garansi kendaraan global selama lima tahun atau batas jarak 150.000 km. Sementara untuk komponen inti seperti baterai utama, motor penggerak, serta modul pengontrol motor dilindungi garansi selama delapan tahun atau 150.000 km. Layanan bantuan darurat jalan raya atau Emergency Roadside Assistance disediakan gratis selama tiga tahun tanpa batasan jarak tempuh.
Faktor pengeluaran operasional jangka panjang sering kali menjadi aspek krusial bagi calon pembeli dalam menentukan kendaraan baru. Biaya perawatan berkala untuk unit ini diklaim relatif ekonomis bagi para pemiliknya.
Data resmi dari pihak keagenan menunjukkan rincian biaya pemeliharaan berkala yang terbagi berdasarkan periode tahunan atau jarak tempuh kendaraan. Pola pengeluaran tersebut menunjukkan fluktuasi biaya yang teratur setiap tahunnya.
Pada tahun pertama atau saat menyentuh jarak 20.000 km, pemilik hanya perlu mengeluarkan dana sebesar Rp 612.720. Memasuki tahun kedua atau kelipatan 40.000 km, nominal perawatan mengalami penyesuaian menjadi Rp 1.334.220. Untuk periode tahun ketiga atau jarak 60.000 km, tarifnya kembali sama dengan tahun pertama, yaitu Rp 612.720.
Biaya perawatan mencapai titik tertinggi pada tahun keempat atau saat kendaraan menempuh jarak 80.000 km dengan nominal Rp 4.009.875. Selanjutnya pada tahun kelima atau batas 100.000 km, biaya servis kembali ke angka minimal Rp 612.720. Akumulasi pengeluaran operasional servis selama lima tahun pertama berada pada angka Rp 7.182.255.
Jika kalkulasi total pengeluaran tersebut dibagi rata, pengeluaran untuk perawatan berkala ini setara dengan menyisihkan dana sekitar Rp 120 ribu per bulan. Dalam skala tahunan, rata-rata anggaran yang dibutuhkan pemilik berkisar di angka Rp 1,4 jutaan.
| Tahun / Jarak Tempuh | Biaya Perawatan (Rupiah) |
|---|---|
| Tahun 1 / 20.000 km | Rp 612.720 |
| Tahun 2 / 40.000 km | Rp 1.334.220 |
| Tahun 3 / 60.000 km | Rp 612.720 |
| Tahun 4 / 80.000 km | Rp 4.009.875 |
| Tahun 5 / 100.000 km | Rp 612.720 |