Toyota sedang mengembangkan sistem transmisi manual simulasi untuk kendaraan listrik demi menyajikan pengalaman berkendara yang lebih nyata. Proyek ini digarap bersama Lexus dengan memanfaatkan perangkat lunak khusus untuk meniru mekanisme tuas gigi dan pedal kopling.
Sistem canggih ini mampu memicu simulasi mesin mati jika pengemudi melakukan kesalahan dalam pengoperasian. Walaupun mobil listrik tidak memiliki girboks atau mesin bensin asli, teknologi tersebut dirancang agar dapat meniru sensasi berkendara manual secara realistis.
Keseriusan ini terlihat dari paten terbaru yang muncul pada tahun 2026. Seperti dilansir dari Suara, Lexus bahkan telah menguji purwarupa sistem tersebut pada model UX300e sejak tahun 2022 dengan tambahan suara mesin sintetis yang sporty.
Eksperimen ini ditujukan bagi para penggemar otomotif yang merasa kehilangan aspek kesenangan berkendara setelah beralih ke mobil listrik otomatis. Fitur tambahan seperti simulasi komponen non-synchro dan opsi perubahan rasio gigi juga berpotensi menjadi peluang monetisasi baru.
Perangkat lunak di dalamnya bertugas menghitung kecepatan virtual mesin untuk memastikan kecocokan gigi dengan kondisi jalan. Motor listrik akan langsung memotong pasokan torsi atau menghentikan daya jika pengemudi keliru memindahkan gigi.
Sistem Bantuan Mengemudi dan Tantangan Regulasi
Teknologi ini menyediakan beberapa tingkatan bagi pengendara. Pengemudi pemula bakal dibantu oleh fitur hill-hold, sementara pengemudi mahir bisa merasakan simulasi murni tanpa bantuan, lengkap dengan fitur launch control untuk akselerasi agresif.
Kendati demikian, Toyota belum menetapkan jadwal pasti terkait kapan teknologi ini akan masuk ke lini produksi massal. Proyek masa depan ini masih harus menghadapi tantangan besar terkait regulasi dan penerimaan pasar global.
Persoalan lisensi mengemudi menjadi sorotan utama di beberapa negara seperti Inggris dan Jepang yang membedakan izin berkendara mobil manual dan otomatis. Aturan hukum di negara-negara tersebut harus menjawab legalitas pengemudi berlisensi otomatis dalam mengendarai mobil listrik manual simulasi ini.