Sistem klasifikasi resmi untuk video gim di Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI), atau dikenal sebagai Indonesia Game Rating System (IGRS), kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dilansir dari Caritahu, penerapan sistem ini dinilai sebagian pihak belum selaras dengan rating resmi gim luar negeri seperti yang diterapkan pada platform Steam.
Platform Steam sendiri kini semakin transparan dengan menyediakan filter usia atau kontrol orang tua, serta mewajibkan pengembang mengisi detail konten sebelum gim ditayangkan. Namun, Steam belum mengintegrasikan IGRS secara otomatis di semua gim, sehingga gim di platform tersebut tetap dapat diakses di Indonesia meskipun belum memiliki label IGRS resmi.
Meski demikian, penerbit gim tetap didorong untuk menggunakan IGRS demi kepatuhan regulasi dan kelancaran distribusi resmi di Indonesia. Sistem ini digunakan pemerintah untuk memberikan rating usia pada setiap gim yang beredar di dalam negeri.
IGRS hadir sebagai bentuk pengawasan pemerintah terhadap industri gim digital demi memastikan konten yang disajikan sesuai dengan perkembangan usia pemain. Langkah ini bertujuan melindungi anak-anak dari paparan konten negatif seperti kekerasan, perjudian, atau unsur dewasa.
Selain itu, sistem ini berfungsi sebagai panduan bagi orang tua dalam memilih gim yang aman untuk anak mereka. IGRS juga bertujuan menyesuaikan konten gim dengan norma budaya di Indonesia sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat.
Klasifikasi Usia dalam IGRS
Pemerintah membagi rating video gim ke dalam beberapa kategori usia yang jelas. Kategori 3+ menandakan batas aman untuk semua usia tanpa adanya konten berbahaya, sementara kategori 7+ ditujukan untuk gim yang mengandung sedikit unsur fantasi ringan.
Untuk konten yang mulai menampilkan kekerasan ringan atau interaksi online, IGRS menetapkan kategori 13+. Kategori 15+ digunakan untuk gim dengan konten yang lebih kompleks atau intens, sedangkan kategori 18+ diperuntukkan bagi konten dewasa yang memuat unsur kekerasan tinggi atau tema sensitif.
Penerapan label klasifikasi usia ini sangat penting di era digital mengingat banyaknya gim yang mudah diakses oleh anak-anak melalui ponsel maupun komputer tanpa pengawasan langsung. Melalui IGRS, pengembang memiliki standar jelas dalam distribusi konten, dan masyarakat diharapkan dapat lebih sadar terhadap dampak konten digital.