Pengembang gim Krafton resmi menarik item bertajuk Hand of the Almighty dari PUBG Mobile pada Selasa, 12 Mei 2026, setelah menerima gelombang protes dari komunitas pemain. Langkah ini diambil karena penamaan kartu tema tersebut dinilai tidak sensitif terhadap nilai-nilai agama, khususnya bagi komunitas Muslim di berbagai belahan dunia.
Item kontroversial tersebut sebelumnya diperkenalkan melalui mode bertema Hero's Crown sebagai bagian dari pembaruan besar versi 4.4 yang baru saja dirilis. Protes muncul dengan cepat di platform daring lantaran penggunaan istilah religius dianggap tidak pantas dijadikan sebagai alat pemasaran dalam permainan elektronik.
Manajemen PUBG Mobile menyatakan permintaan maaf secara terbuka melalui pernyataan resmi yang dirilis hari ini. Pihak pengembang menegaskan komitmen mereka untuk menghormati keragaman latar belakang para pemainnya.
"PUBG MOBILE would like to address the concerns over the name of an item that was recently updated to the game. We are deeply sorry to our players and appreciate the feedback we got from the community," tulis pernyataan resmi Krafton sebagaimana dilansir dari AppSpy.
Selain menarik item tersebut, Krafton berjanji akan melakukan perbaikan pada sistem internal mereka guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Fokus utama perusahaan adalah menciptakan lingkungan bermain yang inklusif dan aman bagi semua kalangan.
"At PUBG MOBILE, we value and respect all religions and strive to create a safe and inclusive environment for everyone," tambah pihak penerbit.
Proses peninjauan konten di masa mendatang akan diperketat oleh tim pengembang. Langkah preventif ini mencakup penilaian lebih dalam terhadap aspek budaya dan praktik keagamaan di berbagai wilayah operasional gim tersebut.
"We will continue to listen to our players as we further review our content and strengthen our content vetting processes to ensure our game is sensitive to different religions, cultures and practices," tegas manajemen PUBG Mobile.
Kasus referensi religius yang tidak disengaja dalam industri gim bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, gim Call of Duty juga pernah mengalami insiden serupa saat menyertakan atribut teks suci pada salah satu peta permainan, yang berakhir dengan permintaan maaf dan penghapusan konten oleh pengembangnya.