Pasar kamera vlogging genggam yang selama ini dikuasai oleh lini DJI Osmo Pocket tampaknya akan segera kedatangan penantang baru dari industri smartphone. Dilansir dari Detik iNET, Oppo dilaporkan bersiap menyusul langkah Vivo untuk masuk ke dalam persaingan perangkat perekam saku tersebut.
Kabar yang beredar di media sosial Weibo melalui pembocor teknologi Digital Chat Station mengungkapkan bahwa kedua raksasa teknologi asal China ini tidak main-main dalam merancang spesifikasi. Kamera vlogging besutan Oppo dan Vivo tersebut dirumorkan bakal dipersenjatai dengan kamera beresolusi monster 200 MP.
Komponen pemotretan tersebut disinyalir menggunakan sensor berukuran 1/1.12 inci yang mengarah kuat pada sensor Sony Lytia 901. Kemunculan sensor ini terhitung masih sangat baru karena baru saja diperkenalkan pada November tahun lalu.
Oppo dan Vivo tampaknya tetap mempertahankan strategi branding optik yang selama ini mereka terapkan pada ponsel pintar. Oppo diprediksi akan menggandeng produsen kamera legendaris Hasselblad, sementara Vivo dipastikan tetap membawa mitra setianya, Zeiss, ke dalam perangkat baru ini.
Sektor performa dari kedua gawai genggam ini juga dijanjikan bakal bertenaga karena menggunakan chip kelas flagship. Kendati demikian, jenis chipset yang akan digunakan secara spesifik masih belum diungkapkan ke publik.
Aspek konektivitas dan integrasi ekosistem menjadi nilai jual utama yang ditawarkan oleh Oppo dan Vivo. Kamera vlogging ini dirancang untuk terhubung secara mulus dengan smartphone buatan masing-masing merek.
Sistem tersebut memungkinkan video yang direkam otomatis tersimpan langsung ke dalam penyimpanan ponsel pengguna. Melalui metode ini, proses penyuntingan hingga distribusi konten ke media sosial diklaim menjadi jauh lebih praktis.
Peta Persaingan Pasar Kamera Saku
Langkah agresif Oppo dan Vivo sengaja diambil demi merebut pangsa pasar potensial yang selama beberapa tahun terakhir didominasi penuh oleh DJI lewat kesuksesan Osmo Pocket 3.
Upaya kedua pabrikan smartphone ini dipastikan mendapat perlawanan ketat karena DJI terus memperbarui lini produknya. DJI sendiri baru saja meluncurkan Osmo Pocket 4 di pasar domestik mereka dan sedang bersiap merilis varian Osmo Pocket 4P yang ditargetkan untuk sineas independen.
Tekanan di segmen kamera saku ini juga datang dari Insta360 yang dilaporkan segera merilis perangkat kompetitor bernama Insta360 Luna. Pilihan perangkat canggih yang semakin beragam ini menandai berakhirnya era dominasi tunggal DJI di pasar kamera vlogging saku.