Perusahaan pengembang gim Krafton melaporkan lonjakan pendapatan sebesar 56,9 persen menjadi USD 931 juta atau setara Rp 16,2 triliun pada kuartal pertama 2026, Kamis (7/5/2026). Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh dominasi segmen perangkat seluler dan peningkatan pemain berbayar pada waralaba utama mereka.
Dilansir dari Detik iNET, laba operasional perusahaan tercatat mencapai USD 381,3 juta dalam periode yang sama. Segmen mobile menjadi kontributor terbesar dengan perolehan USD 477 juta, yang dipicu oleh kolaborasi kekayaan intelektual (IP) serta konten premium pada gim Battlegrounds Mobile di pasar India.
Sektor personal computer (PC) menyumbangkan pendapatan sebesar USD 247,1 juta bagi perusahaan. Keberhasilan ini dikaitkan dengan strategi operasi layanan langsung yang optimal serta peluncuran konten terbaru pada judul PUBG: Battlegrounds.
Secara keseluruhan, waralaba PUBG mengalami kenaikan pendapatan sebesar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan total nilai melampaui USD 679 juta. Selain itu, Krafton mengantongi USD 9,3 juta dari segmen konsol dan USD 197,6 juta dari kategori bisnis lainnya.
Kinerja positif ini membuka peluang bagi Krafton untuk kembali melampaui rekor pendapatan tahunan mereka sendiri. Sebagai catatan, pada tahun 2025 perusahaan berhasil meraup pendapatan lebih dari USD 2,05 miliar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Komposisi pendapatan tahun 2025 menunjukkan pola serupa dengan kuartal awal tahun ini, di mana perangkat seluler menyumbang USD 1,1 miliar. Sementara itu, segmen PC memberikan kontribusi USD 751 juta dan konsol sebesar USD 29 juta.
Di luar kesuksesan PUBG, judul gim lain seperti InZoi dan Mimesis turut memperkuat kondisi finansial perusahaan setelah masing-masing terjual lebih dari satu juta unit tahun lalu. Pendapatan PC pada kuartal keempat tahun lalu juga tercatat naik 24,4 persen menjadi USD 196,4 juta.
Manajemen Krafton menyatakan bahwa strategi masa depan akan berfokus pada ekspansi waralaba yang sudah ada. Perusahaan juga terus melanjutkan proses transisi menuju integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam operasional bisnisnya sesuai inisiatif yang telah dicanangkan sejak Oktober lalu.