Permintaan pasar terhadap konsol PlayStation 5 (PS5) mengalami penurunan drastis hingga lebih dari 46 persen menyusul kebijakan kenaikan harga jual yang kini menyentuh angka Rp11 juta pada Maret 2026. Penurunan volume penjualan ini terjadi di tengah konfirmasi Sony mengenai kelanjutan pengembangan konsol generasi berikutnya, PlayStation 6.
Berdasarkan data yang dilansir dari Suara, Sony hanya mampu memasarkan sekitar 1,5 juta unit PS5 pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026. Angka tersebut menunjukkan kemerosotan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berhasil mencapai angka 2,8 juta unit.
Secara kumulatif, performa tahunan PS5 juga mengalami kontraksi dari 18 juta unit pada tahun fiskal 2024 menjadi 16,5 juta unit pada tahun fiskal 2025. Meskipun total distribusi global telah menyentuh 93,7 juta unit, pencapaian ini dinilai masih berada di bawah performa PlayStation 4 pada periode siklus hidup yang setara.
Presiden dan CEO Sony, Hiroki Totoki, mengidentifikasi bahwa pembengkakan biaya produksi menjadi faktor utama yang memicu tingginya harga jual di pasar global. Lonjakan harga pada komponen vital seperti chip memori dan perangkat elektronik lainnya memberikan tekanan besar pada margin keuntungan perusahaan.
"Biaya komponen yang lebih tinggi tidak hanya memengaruhi penjualan konsol, tetapi juga bisnis perangkat lunak, langganan PlayStation, dan aksesori," ujar Hiroki Totoki, Presiden dan CEO Sony.
Kondisi ini memicu kecenderungan para konsumen untuk menunda pembelian perangkat karena menganggap harga saat ini tidak lagi sebanding dengan usia konsol yang sudah dirilis sejak beberapa tahun lalu. Kendati demikian, pihak Sony menyatakan komitmen untuk tidak melakukan penyesuaian harga ke atas dalam waktu dekat guna menjaga stabilitas ekosistem mereka.
Sony memproyeksikan pertumbuhan bisnis akan kembali pulih pada tahun fiskal mendatang, terutama dengan rencana peluncuran judul gim besar Grand Theft Auto VI (GTA VI) pada November 2026. Kehadiran gim tersebut diharapkan mampu menjadi katalisator utama dalam meningkatkan angka penjualan perangkat keras dan aktivitas pengguna.
Di sisi lain, Sony mulai mengalihkan fokus jangka panjang dengan mengonfirmasi bahwa pengerjaan PlayStation 6 (PS6) tengah berjalan secara konsisten. Walaupun spesifikasi teknis belum diungkapkan, investasi besar pada riset perangkat keras generasi baru dipastikan akan memengaruhi laporan laba perusahaan dalam beberapa periode mendatang.