Riot Games Tambah Mekanik Teamfight dan Fitur Duo di Patch 2XKO

Riot Games Tambah Mekanik Teamfight dan Fitur Duo di Patch 2XKO

Riot Games resmi mengumumkan peluncuran Patch 1.2.1 untuk gim pertarungan 2XKO pada Selasa, 12 Mei 2026, yang memperkenalkan mekanik baru bertajuk Fuse Teamfight serta fitur kolaborasi Duo. Pembaruan ini sekaligus menandai dimulainya Season 2 yang mencakup reset peringkat pemain dan kehadiran Battle Pass baru bagi komunitas pemain.

Dilansir dari esports.merahputih.com, sistem Fuse Teamfight memungkinkan dua pemain dalam satu tim mengendalikan karakter mereka secara bersamaan di arena selama tujuh detik. Untuk mengaktifkan mode agresif ini, kedua pemain harus menghabiskan satu bar meter energi dan menekan kombinasi tombol serangan normal secara bersamaan.

Mekanik ini memberikan batasan strategis demi menjaga keseimbangan permainan, di mana karakter assist hanya dapat menghasilkan serangan jenis mid. Berdasarkan laporan harianbasis.co, tim yang mengaktifkan Teamfight akan kehilangan akses pada fitur Tag Launcher, Assist reguler, Break, serta tidak dapat menggunakan kemampuan Ultimate selama durasi aktif.

Riot Games juga menyertakan fitur Find Duo dan Duo Voice Chat guna memfasilitasi komunikasi langsung antar pemain di dalam gim. Penambahan ini diperkuat dengan sistem keamanan di mana durasi Teamfight akan berkurang jika tim menerima serangan, dan mode akan langsung terhenti jika lawan berhasil mendaratkan serangan Ultimate.

Bersamaan dengan pembaruan teknis gim tersebut, toplaner tim Karmine Corp, Kim "Canna" Chang-dong, memberikan pandangannya terkait atmosfer kompetitif di Eropa melalui asatunews.co.id. Canna menyoroti adanya ekspektasi tinggi yang sering dialamatkan kepada pemain asal Korea Selatan dan China saat bertanding di wilayah Barat.

"Fans always have a lot of expectations for Korean and Chinese players—they tell themselves that we play better than the rest of the world. It creates a certain pressure on us to perform." kata Canna, Toplaner Karmine Corp.

Pemain veteran ini mengaku lebih menikmati budaya dukungan di Eropa karena interaksi dengan penggemar terasa lebih hangat dan bersahabat. Ia mengenang momen kemenangan timnya di Prancis sebagai salah satu pengalaman terbaik sepanjang kariernya di LEC Spring Season 2026.

"I have fond memories of last year’s roadtrip in France, but this time it was even better since we managed to win all our matches. I would say my best memory from this event will be when I danced and sang with our fans." ujar Canna, Toplaner Karmine Corp.

Perbedaan budaya suporter antara Asia dan Eropa menjadi catatan penting bagi Canna, di mana penggemar di Barat cenderung lebih ekspresif dengan bernyanyi dan menari menggunakan drum. Ia menilai struktur pendukung di Korea dan China lebih menyerupai budaya idola K-Pop yang sangat formal.

"I’ve participated in many events and encounters with fans throughout my career. If I had to compare events in France to the ones I’ve been to while in Korea, I would say that they are both similar in their structure, but the real difference is in how fans support us. Fans here in France—even if they come from across Europe—the way they dance, sing, and shout for our team is completely different from what we experience in Korea. Comparing the two cultures, they are completely different. In Korea, we don’t stand up like here—there are no drums. In China and in Korea, fans treat players somewhat like K-pop idols, while here in Europe, they treat us more like friends." jelas Canna, Toplaner Karmine Corp.

Dukungan emosional dari para penggemar di panggung membantu Canna dalam mengatasi tekanan besar di depan kamera saat menjalani pertandingan penting. Hal ini membuatnya merasa lebih nyaman berkompetisi di lingkungan League of Legends EMEA Championship (LEC) saat ini.

"It’s true that there is a lot of pressure linked to being in front of a camera, especially when we are playing important matches. Still, this is normal—it’s part of the job. There’s a certain pressure when I step onto the stage, but what helps the most is just to look around and see all of our fans. When I see them, I just tell myself that I don’t want to disappoint them, and all my pressure dissipates thanks to them." ungkap Canna, Toplaner Karmine Corp.

Canna menegaskan preferensinya terhadap budaya kompetisi di Eropa yang dianggap memberikan kenyamanan psikologis lebih baik dibandingkan tekanan tinggi yang pernah ia rasakan di LCK. Faktor kenyamanan ini menjadi alasan utama dirinya tetap bertahan di kancah profesional Barat.

"Currently, I prefer European culture in the LEC. It’s just more comfortable to be in. It’s been a while since I last played in the LCK, so I don’t fully remember how it was back then, but from memory, the pressure was a little tough back then. So overall, I prefer European culture because it feels more comfortable." tutur Canna, Toplaner Karmine Corp.

Meskipun masa depannya akan terbentur kewajiban militer setelah tahun 2027, Canna tetap memprioritaskan karier internasionalnya bersama Karmine Corp untuk saat ini. Ia mengakui sangat mencintai lingkungan kerjanya di Eropa yang membuatnya merasa sangat betah.

"In general, I just really love Europe—I’m really comfortable here. As I said before, I’ll have to do my military service [after 2027] and honestly, I don’t know if I’ll be able to continue my career after I am done with" pungkas Canna, Toplaner Karmine Corp.

Menutup pernyataannya, Canna bersikap realistis mengenai target tim di kejuaraan dunia dengan menargetkan babak perempat final. Fokus utamanya saat ini adalah menyapu bersih kemenangan di sisa pertandingan musim reguler guna mengamankan posisi puncak klasemen.

"We have a few matches left in the LEC—we’re currently at 6-0—but obviously, our objective continues to be to earn as many wins as possible. Winning Worlds is a distant concept and, in order to get closer to it, we need to do our best in the present. I think it’s very realistic today to say that we can qualify for Worlds and, even if I would love to say we could win Worlds someday, I need to be realistic. I think we have the potential to reach quarterfinals." kata Canna, Toplaner Karmine Corp.

Artikel terkait

Rekomendasi