RRQ Dukung Penuh Atlet Esports untuk Bela Timnas Indonesia

RRQ Dukung Penuh Atlet Esports untuk Bela Timnas Indonesia

Manajemen Team RRQ memberikan kebebasan sekaligus dukungan penuh bagi para pemain profesional mereka untuk memenuhi panggilan Timnas Indonesia. Sikap ini diambil sebagai bentuk komitmen tim dalam mendukung prestasi negara di kancah internasional, seperti dikutip dari Medcom.

Kendati demikian, manajemen menegaskan tidak akan memaksakan kehendak kepada para atlet. Pihak RRQ memberikan keputusan sepenuhnya kepada kenyamanan serta perspektif dari masing-masing pemain profesional tersebut.

Membela negara di ajang esports dinilai sebagai hal yang sangat krusial. Oleh sebab itu, organisasi Team RRQ secara rutin menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan membangun kesadaran nasionalisme di internal tim mereka.

“Kami selalu mendukung jika ada pro player kami mendapat panggilan Timnas dan kami tidak pernah melarang. Tapi, jika pemainnya tidak bersedia, kami tidak akan memaksa,” ujar Yabes dalam wawancara eksklusif dengan tim Medcom.id, Senin (11/5/2026).

Manajer Public Relation Team RRQ, Yabes Elia, menjelaskan bahwa manajemen tidak hanya melatih kemampuan taktis di dalam gim. Mereka juga mengedukasi para pemain agar memiliki kesadaran tinggi untuk mengharumkan nama bangsa.

Menanggapi isu yang ramai mengenai sejumlah atlet esports Indonesia yang disebut pernah menolak panggilan tim nasional, Yabes menegaskan pentingnya membela negara di ajang internasional. Namun, keputusan akhir tetap dikembalikan kepada sang atlet.

“Menurut saya membela Timnas Indonesia jelas penting. Tapi kembali lagi, keputusan ada di tangan pro player itu sendiri. RRQ tidak pernah melarang jika ada pemain yang ingin bergabung dengan Timnas Indonesia. Kami sepenuhnya menyerahkan pilihan itu kepada pemain,” jelasnya.

Sinergi Lintas Sektor untuk Nasionalisme Atlet

Guna memperkuat semangat kebangsaan di industri olahraga modern, RRQ membuka ruang kolaborasi yang luas dengan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI). Komunikasi antara manajemen RRQ dan PB ESI sejauh ini berjalan dengan sangat baik.

“Kalau PB ESI memiliki rencana untuk berkolaborasi dengan tim kami untuk membangun semangat rasa Nasionalisme kami sangat terbuka. Kami memiliki hubungan yang baik dengan mereka,” tegasnya.

Yabes juga mengingatkan bahwa tanggung jawab membangun rasa nasionalisme bagi pemuda di bidang digital tidak bisa dibebankan kepada tim esports semata. Pembentukan karakter kebangsaan para atlet memerlukan keterlibatan aktif dari ekosistem pendukung, termasuk sektor formal seperti institusi pendidikan.

“Menurut saya dalam membangun semangat nasionalisme membela negara pemain esports di Indonesia, memang butuh kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu tugas yang perlu kita lakukan bersama-sama, bukan hanya satu pihak saja,” tutup Yabes.

Artikel terkait

Rekomendasi