Sony resmi menarik diri dari strategi perilisan sejumlah game eksklusif PlayStation 5 (PS5) ke platform PC pada awal tahun ini. Keputusan tersebut diambil setelah performa penjualan game eksklusif di PC dinilai tidak cukup baik dibandingkan versi konsol.
Kebijakan baru ini berdampak pada sejumlah judul game single player masa depan seperti Ghost of Yotei, Saros, dan Marvel's Wolverine yang dipastikan akan tetap menjadi game eksklusif konsol. Langkah pengetatan ini dilaporkan demi menjaga nilai merek dari konsol PlayStation itu sendiri.
Dilansir dari Detik iNET berdasarkan laporan Bloomberg pada Minggu (24/5/2026), perubahan haluan ini dipicu oleh kesenjangan penjualan yang sangat besar. Sebagai contoh, game Marvel's Spider-Man 2 berhasil terjual hingga 16 juta kopi di konsol PS5, namun hanya mampu mencatatkan penjualan sebesar 700 ribu kopi di platform PC.
Studi dari Newzoo mengungkapkan bahwa penundaan waktu rilis menjadi salah satu penyebab utama rendahnya performa tersebut. Data menunjukkan judul game PlayStation yang diporting ke PC biasanya hanya menyumbang sekitar 13 persen dari total pemain di PC dalam tiga bulan pertama di kedua platform.
Faktor harga juga memengaruhi minat pasar karena game porting tersebut tetap dijual dengan harga mahal meskipun telah melewati siklus promosi. Selain itu, kualitas porting yang buruk pada beberapa game sebelumnya turut merusak persepsi brand PlayStation di mata para pemain PC.
Kekhawatiran internal mengenai potensi rusaknya merek konsol juga menjadi dasar pertimbangan faksi di dalam PlayStation. Penjualan konsol PS5 dan penerusnya di masa depan dikhawatirkan akan ikut merugi jika game eksklusif terus dialihkan ke platform PC.
Meskipun demikian, kebijakan ini tidak berlaku menyeluruh untuk semua jenis permainan. Sony dipastikan tetap mempertahankan perilisan game berbasis multiplayer seperti Marathon untuk meluncur di berbagai platform gaming secara bersamaan.