Biaya untuk memiliki konsol permainan generasi terbaru kini semakin tinggi bagi para konsumen. Tren kenaikan harga ini dipicu oleh pergeseran kondisi pasar global serta lonjakan harga komponen memori akibat kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dikutip dari Tekno, dua raksasa industri game, Sony dan Nintendo, telah mengonfirmasi langkah penyesuaian harga perangkat mereka. Kebijakan ini menyasar pasar global, termasuk dampak yang mulai dirasakan di wilayah Indonesia.
Sony Interactive Entertainment secara resmi telah mengerek harga jual PlayStation 5 (PS5) di sejumlah negara. Langkah serupa diambil oleh Nintendo yang menyesuaikan banderol untuk perangkat Nintendo Switch 2 di pasar internasional.
Informasi mengenai kenaikan harga PS5 sebelumnya telah disampaikan oleh Sony melalui kanal komunikasi resminya. Di Indonesia, lonjakan harga ini mencatatkan sejarah baru karena nilai jual konsol tersebut kini menembus angka dua digit.
Varian PS5 Digital Edition saat ini dibanderol sebesar Rp 9.999.000, mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 1,8 juta dari harga sebelumnya yang hanya Rp 8.199.000. Angka ini menunjukkan tekanan biaya produksi yang semakin berat bagi produsen.
Sementara itu, bagi konsumen yang menginginkan PS5 versi Disc Edition, harga baru yang ditetapkan mencapai Rp 11.399.000. Nilai tersebut naik Rp 1,7 juta dibandingkan harga lama yang berada di angka Rp 9.699.000.
Kenaikan biaya tidak hanya menyasar konsol utama saja. Aksesori tambahan seperti PlayStation Portal juga mengalami penyesuaian harga menjadi Rp 5.199.000, melonjak drastis dari harga awal sebesar Rp 3.599.000.
Kebijakan penyesuaian harga dari pihak Sony ini mulai diberlakukan secara efektif sejak 1 Mei 2026. Pihak manajemen menyatakan bahwa langkah ini merupakan keputusan sulit yang harus diambil di tengah tekanan ekonomi global.
"Kami menyadari bahwa perubahan harga berdampak pada komunitas kami, dan setelah evaluasi yang cermat, kami menemukan bahwa ini adalah langkah yang diperlukan," kata Isabelle Tomatis, Vice President Global Marketing Sony Interactive Entertainment.
Pergerakan Harga Nintendo Switch 2 di Pasar Global
Nintendo turut mengikuti jejak pesaingnya dengan menaikkan harga Switch 2 di luar pasar domestik Jepang. Di Amerika Serikat, harga konsol ini merangkak naik dari 449 dollar AS menjadi 499,99 dollar AS mulai 1 September 2026.
Kenaikan harga ini juga meluas hingga ke wilayah Kanada dan Eropa. Di Kanada, harga perangkat mencapai 679,99 dollar Kanada, sedangkan di pasar Eropa dipatok pada angka 499,99 euro.
Meskipun Nintendo belum memberikan rincian daftar negara yang terdampak secara spesifik, perusahaan memastikan penyesuaian akan dilakukan bertahap. Hal ini memberikan sinyal bahwa harga Switch 2 di Indonesia berpotensi naik melalui jalur distributor resmi.
Faktor Penyebab dan Kondisi Pasar Game
Krisis komponen elektronik, khususnya sektor memori dan RAM, menjadi faktor utama di balik mahalnya harga konsol saat ini. Kebutuhan industri AI yang masif telah menyedot rantai pasokan komponen utama tersebut secara global.
Selain masalah teknis komponen, faktor ketidakpastian ekonomi dan biaya logistik yang terus meningkat turut membebani biaya operasional produsen. Fenomena ini memaksa perusahaan teknologi melakukan penyesuaian harga secara berkala.
Meskipun harga melonjak, antusiasme pasar terhadap perangkat permainan masih terpantau kuat. Nintendo melaporkan bahwa Switch 2 telah mencapai angka penjualan hampir 20 juta unit sejak peluncurannya pada Juni 2025.
Namun, Nintendo memproyeksikan adanya penurunan penjualan tahunan sebesar 16,9 persen menjadi 16,5 juta unit. Hal ini berkaitan erat dengan strategi pasar dan ketidakstabilan kondisi ekonomi makro yang tengah terjadi.
Di sisi lain, performa penjualan PS5 juga menunjukkan tren penurunan sebesar 46 persen pada kuartal keempat tahun fiskal 2025. Sony memprediksi pendapatan dari divisi gaming mereka pada tahun 2026 ini akan terkoreksi sekitar 6 persen.