Sony bersama Santa Monica Studio memperlihatkan cuplikan permainan atau gameplay dari proyek terbaru mereka, God of War Laufey. Pengungkapan perdana yang menyajikan kualitas grafis memukau ini ditayangkan melalui acara PlayStation State of Play pada Juni 2026.
Video demonstrasi berdurasi lebih dari 20 menit tersebut langsung mendapatkan sambutan positif dari para penggemar. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Suara, tayangan gameplay ini bahkan telah disaksikan sebanyak 2,8 juta kali dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
Antusiasme yang tinggi membuat judul God of War Laufey langsung masuk dalam jajaran trending di YouTube untuk kategori Gaming pada Rabu (3/6/2026). Melalui seri terbaru ini, petualangan tidak lagi menempatkan Kratos sebagai karakter pusat kendali utama.
Alur cerita kini berfokus pada perjalanan emosional Faye, seorang prajurit Jötunn yang juga merupakan istri dari Kratos. Mengambil latar waktu setelah kematiannya di seri rilisan 2018, Faye terbangun di Everywhen, sebuah alam baka misterius tempat bertarungnya para dewa dari berbagai mitologi untuk berebut kekuasaan.
Game eksklusif untuk konsol PS5 ini menjanjikan sudut pandang baru yang terasa lebih segar, cepat, dan brutal bagi para pemain. Motivasi Faye digambarkan dengan sangat jelas, yaitu menavigasi kekacauan di Everywhen demi melindungi keselamatan keluarganya di dunia fana.
"Kematian seharusnya menjadi akhir, tetapi bagi Laufey (Faye), seorang pejuang dan istri Kratos, petualangan baru baru saja dimulai. Terbangun secara tak terduga di negeri asing setelah pemakamannya, Faye menemukan bahwa rencana yang telah ia buat untuk melindungi Kratos dan Atreus kini terancam" tulis Santa Monica Studio dalam deskripsi resminya.
Dari segi mekanik permainan, Faye menyajikan dinamika yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan gaya bertarung Kratos yang cenderung berat. Karakter ini terbukti jauh lebih lincah serta dilengkapi dengan kemampuan kombo udara yang sekilas mengingatkan pada seri Devil May Cry.
Pemain dapat melancarkan serangan transisi dari darat ke udara dengan sangat mulus menggunakan pedang misterius bernama Rue. Perjalanan Faye juga dibantu oleh sebuah kubus kosmik bernama Phranque yang disuarakan oleh aktor Jack Quaid.
"Baik Faye maupun Kratos sama-sama mampu memberikan serangan yang kuat dan menerima banyak serangan, jadi salah satu prioritas utama kami selama pengembangan adalah menciptakan nuansa permainan Faye yang unik dan segar yang juga akan memenuhi harapan tinggi para penggemar terhadap seri ini," ungkap pihak Santa Monica Studio dikutip dari Polygon.
Tidak hanya itu, God of War Laufey juga mengeksplorasi ambisi tersembunyi dari para dewa Nordik yang menjadi musuh dalam seri sebelumnya.
"Odin dihantui oleh ramalan tentang kematiannya selama peristiwa Ragnarök, secara obsesif mengejar pengetahuan tentang sesuatu di luar kehidupan setelah afterlife manusia," tutur pihak Santa Monica Studio.
Kondisi ini membuka peluang besar atas kemunculan para dewa dari mitologi lain, seperti Sekhmet dari Mesir dan Begtse dari Buddha. Sutradara Ariel Lawrence tampaknya ingin mewujudkan visi Cory Barlog yang sempat menyatakan bahwa Faye memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada mereka semua.