8 Comeback Paling Epik Sepanjang Sejarah Piala Dunia

8 Comeback Paling Epik Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Ajang Piala Dunia kerap menyajikan drama luar biasa yang membalikkan prediksi dalam hitungan menit. Tim yang semula berada di ambang kekalahan mampu bangkit lewat aksi heroik para pemain bintang sekaligus mengukir sejarah baru.

Seperti dilansir dari Suara, terdapat delapan pertandingan legendaris dari edisi 1954 hingga 2022 yang mencatatkan aksi membalikkan keadaan paling dramatis.

Hungaria melaju ke partai final dengan status tim yang sangat ditakuti, bahkan sempat melibas Jerman Barat 8-3 di fase grup. Ketangguhan mereka kembali terlihat saat unggul 2-0 hanya dalam delapan menit pertama di laga puncak.

Namun, Jerman Barat menolak menyerang dan perlahan bangkit meluncurkan tiga gol balasan hingga berbalik menang 3-2. Momen ikonik ini kemudian abadi dengan sebutan "Miracle of Bern".

2. Portugal vs Korea Utara (Perempat Final 1966)

Korea Utara sempat mengejutkan publik Stadion Goodison Park setelah memimpin 3-0 atas Portugal dalam waktu 25 menit. Tim underdog ini hampir saja menciptakan sensasi terbesar pada masanya.

Langkah mengejutkan tersebut seketika dihentikan oleh performa luar biasa Eusébio. Sang legenda memborong empat gol dan membawa Portugal menang dengan skor akhir 5-3.

3. Italia vs Jerman Barat (Semifinal 1970)

Laga yang dijuluki "Game of the Century" ini berjalan sangat ketat. Italia yang memimpin hingga menit-menit akhir harus rela kebobolan di masa injury time lewat gol Karl-Heinz Schnellinger.

Drama sesungguhnya terjadi pada babak tambahan waktu saat kedua tim saling membalas gol. Jerman Barat sempat membalikkan keunggulan, tetapi Italia kembali bangkit dan menyudahi perlawanan dengan skor 4-3.

4. Argentina vs Inggris (Perempat Final 1986)

Inggris memberikan tekanan hebat kepada Argentina setelah Gary Lineker mencetak gol spektakuler untuk memperkecil ketertinggalan. Skuad Argentina tetap kokoh bertahan berkat magis Diego Maradona.

Pertandingan ini melahirkan dua momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola, yakni gol "Tangan Tuhan" dan solo run legendaris Maradona dari tengah lapangan yang membawa Argentina menang 2-1.

5. Belgia vs Jepang (Babak 16 Besar 2018)

Jepang hampir membuat kejutan besar di Rusia saat memimpin 2-0 atas Belgia hingga sisa waktu 20 menit pertandingan. Keunggulan tersebut membuat para pendukung Jepang optimistis melaju ke babak berikutnya.

Belgia menunjukkan mentalitas baja dengan mencetak dua gol cepat untuk menyamakan kedudukan. Kemenangan dramatis 3-2 akhirnya terkunci lewat serangan balik cepat di detik-detik akhir laga.

6. Prancis vs Argentina (Final 2022)

Partai puncak edisi 2022 dinilai banyak pihak sebagai final terbaik yang pernah ada. Argentina awalnya tampil nyaman dan unggul 2-0 sebelum Kylian Mbappé memborong dua gol cepat untuk memaksakan extra time.

Lionel Messi kembali membawa Argentina memimpin, namun Mbappé menyamakan skor menjadi 3-3 lewat titik putih. Drama berakhir di babak adu penalti yang menobatkan Argentina sebagai juara dunia.

7. Austria vs Swiss (Perempat Final 1954)

Swiss tampil menggebrak dan unggul 3-0 dalam durasi kurang dari 20 menit. Jalannya pertandingan semula diprediksi akan menjadi milik Swiss dengan mudah.

Austria langsung merespons lewat gelontoran lima gol dalam waktu singkat. Pertandingan sengit ini berakhir dengan kemenangan Austria 7-5 dan menjadi laga dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.

8. Jerman vs Swedia (Piala Dunia 2018)

Jerman berada di situasi kritis pada fase grup setelah tertinggal 0-1 dari Swedia. Hasil kalah dipastikan membuat sang juara bertahan tersingkir lebih awal dari turnamen.

Marco Reus sempat menyamakan skor untuk menjaga asa Jerman. Ketika laga memasuki injury time dan Jerman bermain dengan 10 orang, Toni Kroos melepaskan tendangan bebas spektakuler yang mengunci kemenangan 2-1.

Artikel terkait

Rekomendasi