AC Milan menghadapi tekanan besar untuk mengamankan posisi empat besar Liga Italia saat menjamu Atalanta di Stadion San Siro pada Minggu (10/5/2026). Dilansir dari Bola, klub berjuluk Rossoneri ini wajib menang setelah posisinya tergeser ke peringkat keempat klasemen sementara oleh Juventus.
Kemenangan Juventus atas Lecce membuat Milan kini mengoleksi 67 poin dari 35 pertandingan, hanya terpaut tiga angka dari AS Roma di posisi kelima. Skuad asuhan Massimiliano Allegri membutuhkan poin penuh untuk memastikan tiket Liga Champions musim depan sekaligus meredam kritik atas performa tidak konsisten belakangan ini.
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, menekankan pentingnya kekompakan tim di tengah situasi krusial ini. Sang pelatih meminta para pemain untuk mengutamakan target kolektif klub di atas kepentingan individu pemain maupun staf pelatih.
"Hal terpenting adalah kami semua harus bekerja untuk klub," ujar Allegri, Pelatih AC Milan.
Allegri menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan klub kembali berkompetisi di kasta tertinggi Eropa. Hal tersebut menjadi prioritas utama manajemen dan seluruh elemen tim sebelum musim kompetisi berakhir.
"Target pribadi harus dikesampingkan dan tujuan kolektifnya adalah Milan harus kembali bermain di Liga Champions," ujar Allegri, Pelatih AC Milan.
Upaya stabilitas tim terganggu oleh kabar rencana CEO AC Milan, Giorgio Furlani, yang ingin merombak jajaran manajemen dengan mendatangkan Tony D'Amico sebagai direktur teknik. Langkah ini diambil guna menggantikan Igli Tare yang dinilai kurang sukses dalam bursa transfer musim ini.
Furlani dikabarkan kecewa karena mayoritas pemain baru gagal bersinar, kecuali Luka Modric dan Adrien Rabiot. Selain posisi direktur teknik, kursi kepelatihan Allegri pun terancam jika D'Amico resmi bergabung, dengan nama Vincenzo Italiano mencuat sebagai kandidat pengganti.
Di sisi lain, posisi Giorgio Furlani sendiri mendapat sorotan tajam setelah hampir 40 ribu suporter menandatangani petisi pencopotannya pada Jumat, 8 Mei 2026. Milanisti mengkritik kebijakan Furlani yang dianggap terlalu membatasi anggaran transfer dan lebih memprioritaskan aspek finansial dibandingkan prestasi klub di lapangan hijau.