Klub raksasa Italia, AC Milan, resmi memperkenalkan seragam kandang terbaru mereka untuk mengarungi musim kompetisi 2026-2027. Karakteristik utama dari pakaian tanding anyar skuad Rossoneri ini terletak pada pengaplikasian corak garis vertikal merah-hitam yang berukuran tebal.
Dikutip dari Bola, peluncuran seragam baru ini dilakukan pada Jumat (22/5/2026). Komposisi desain pada area badan jersi menampilkan perpaduan antara dua lajur hitam tebal dengan tiga setrip merah, sedangkan bagian lengan didominasi kelir hitam beraksen merah di ujungnya.
Tampilan visual ini menyajikan kontras yang cukup mencolok jika dibandingkan dengan jersi yang dikenakan oleh armada San Siro sepanjang musim ini.
“Jersey ini membawa kami kembali ke inti jati diri kami,” kata Chief Revenue Officer AC Milan, Maikel Oettle.
“Ini adalah desain yang langsung dikenali dan membuat orang merasa menjadi bagian darinya, sederhana, ikonik, dan jelas merupakan AC Milan,” ujar Oettle dalam keterangan yang dikirimkan AC Milan kepada KOMPAS.com.
“Garis-garis ini tidak menceritakan sebuah kisah. Garis-garis ini adalah kisah itu sendiri."
“And kisah itu milik setiap Rossoneri, di mana pun mereka berada,” tutur Oettle menjelaskan.
Pihak manajemen merencanakan penggunaan perdana seragam ini di atas lapangan hijau pada pertandingan pekan ke-38 Liga Italia 2025-2026. Pertandingan menutup musim tersebut mempertemukan AC Milan dengan Cagliari di Stadion San Siro pada Minggu (24/5/2026).
Dalam penerapannya di pertandingan, jersi baru ini bakal dipadankan dengan celana berwarna putih serta kaus kaki berkelir hitam. Elemen emosional juga disematkan lewat tulisan “From Milan to the World” di bagian jersi sebagai bentuk apresiasi bagi basis pendukung global.
Identitas global tersebut selaras dengan agenda tur internasional klub, termasuk rencana kunjungan ke Indonesia. AC Milan dijadwalkan bertanding melawan Chelsea di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 8 Agustus 2026 mendatang.
Detail estetika lain yang menjadi sorotan adalah penyematan simbol Rossoneri yang menyerupai bentuk cap lilin pada area belakang leher jersi.
“Garis-garis tebal adalah jiwa dari jersey ini, sebuah desain yang membawa sejarah puluhan tahun dan masih memiliki kekuatan yang sama hingga hari ini,” kata Director Product Line Management Teamsport Apparel PUMA, Maria Kiebacher.
“Ketika sesuatu sudah begitu melekat dalam budaya sepak bola, itu tidak membutuhkan penemuan ulang.”
“Itu perlu dihormati dan dihidupkan kembali dengan semua hal yang dituntut permainan modern,” tuturnya menambahkan
Integrasi Teknologi Modern dan Material Daur Ulang
Kolaborasi antara AC Milan dan PUMA tidak sekadar mengedepankan aspek historis, melainkan juga menyuntikkan inovasi performa. Varian Authentic mengadopsi bahan ULTRAWEAVE yang diklaim sangat ringan serta fleksibel guna memfasilitasi pergerakan pemain di lapangan.
Aspek kenyamanan para atlet juga ditunjang oleh kehadiran teknologi dryCELL serta ThermoAdapt yang berfungsi mengontrol kelembapan keringat dan stabilitas suhu tubuh.
Di sisi lain, varian Replica yang ditujukan bagi para penggemar diproduksi dengan prinsip ramah lingkungan lewat program RE:FIBRE. Pakaian ini menggunakan material yang terdiri atas 95 persen poliester daur ulang dari limbah tekstil.
Langkah manufaktur tersebut merepresentasikan komitmen hijau dari manajemen klub dalam mengurangi jejak karbon industri olahraga. Pendukung klub sudah bisa melakukan pembelian jersi kandang ini mulai 22 Mei melalui jaringan toko resmi, laman store.acmilan.com, puma.com, serta distributor resmi.
Laga domestik kontra Cagliari di Stadion San Siro menjadi panggung debut resmi jersi ini, di mana pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Minggu (24/5/2026) pukul 01.45 WIB.