Manajemen AC Milan dilaporkan tengah serius membidik Oliver Glasner untuk mengisi kursi pelatih kepala yang baru dalam menyongsong musim kompetisi 2026/2027. Seperti dikutip dari Suara, juru taktik asal Austria tersebut kini menempati posisi teratas dalam daftar buruan Rossoneri.
Klub raksasa Italia ini sedang berada dalam fase perubahan besar pada struktur manajemen dan tim kepelatihan. Langkah ini diambil setelah berakhirnya kampanye mereka pada musim kompetisi 2025/2026.
Berdasarkan laporan Football Italia, manajemen tim awalnya mengantongi dua nama besar untuk menakhodai proyek baru tersebut. Selain nama Glasner, sosok Matthias Jaissle juga sempat masuk ke dalam radar incaran klub.
Namun, upaya untuk mendatangkan Jaissle menemui kendala besar karena sang pelatih masih terikat kontrak dengan Al-Ahli. Rencana pertemuan memang sudah dijadwalkan, tetapi nilai kompensasi pelepasan kontrak dari klub Arab Saudi tersebut dianggap terlalu tinggi oleh Milan.
Kondisi finansial tersebut membuat posisi Glasner semakin diunggulkan untuk merapat ke San Siro. Pelatih berusia 51 tahun ini dipastikan bakal berstatus bebas kontrak per 30 Juni 2026 setelah masa baktinya bersama Crystal Palace resmi berakhir.
Daya tarik Glasner tidak hanya bermodalkan status bebas transfer yang menghemat anggaran klub. Reputasi kepelatihannya juga sedang meroket setelah berhasil mengantarkan Crystal Palace merengkuh trofi UEFA Conference League.
Latar belakang kesuksesan tersebut diperkuat oleh pengalaman panjangnya saat menangani tim-tim Eropa lain. Sebelum berkarier di Inggris, ia tercatat pernah menakhodai Eintracht Frankfurt, Wolfsburg, serta LASK.
Langkah Glasner menuju kursi pelatih Milan juga mendapat lampu hijau dari Ralf Rangnick. Sosok kawakan tersebut belakangan ini santer dikaitkan dengan jabatan direktur teknis yang baru di kubu Rossoneri.
Meski begitu, kepastian Rangnick untuk bergabung dengan manajemen Milan masih menyisakan tanda tanya. Pria asal Austria itu dilaporkan masih bimbang antara bertahan memegang Timnas Austria atau menerima pekerjaan di Italia.
Situasi internal tim kian dinamis menyusul kabar ketidaksetujuan dari Zlatan Ibrahimovic. Figur penting di jajaran petinggi klub tersebut kabarnya enggan memberikan otoritas atau kewenangan yang terlalu luas kepada Rangnick dalam proses pengambilan keputusan klub.