Acha Septriasa Ingatkan Bahaya Silent Treatment dalam Pernikahan

Acha Septriasa Ingatkan Bahaya Silent Treatment dalam Pernikahan

Komunikasi yang buruk dengan cara memendam masalah dan melakukan silent treatment dalam pernikahan berisiko menjadi bom waktu yang merusak hubungan suami istri. Hal tersebut disampaikan oleh aktris Acha Septriasa saat membahas dinamika rumah tangga yang tidak sehat.

Dilansir dari Suara, aktris berusia 36 tahun itu menekankan pentingnya kejujuran antar-pasangan sejak awal hubungan. Setiap orang perlu mendeteksi tanda-tanda hubungan toksik (red flags) untuk mencari jalan keluar bersama.

Acha Septriasa membagikan pandangannya ini saat berkunjung ke kantor Suara.com di Palmerah, Jakarta Barat, Senin, 18 Mei 2026, dalam rangka promosi film Suamiku Lukaku. Rumah tangga yang awalnya tampak baik bisa berubah menjadi tidak sehat jika persoalan terus dibiarkan.

"Permasalahan yang nggak diselesaikan dengan baik atau unresolved problems itu kalau diemin aja atau di-silent treatment-in lama-lama bisa menjadi bom waktu," kata Acha Septriasa.

Bintang film Heart tersebut menilai setiap pasangan sebenarnya datang ke hubungan dengan niat baik. Namun, banyak orang gagal membicarakan luka atau trauma masa lalu secara jujur sejak awal.

"Menurut aku harusnya dua-dua manusia, mau punya background luka seperti apa di masa lalu, mereka harus memaksa untuk just put everything on the table. Harus jujur sama satu sama lain," tutur Acha Septriasa.

Acha Septriasa mengatakan penting bagi pasangan untuk mengenali tanda-tanda hubungan tidak sehat sedini mungkin. Hal itu pula yang menurutnya ingin disampaikan lewat film Suamiku Lukaku.

"Kalau misalnya kalian ada di posisi baru mengalami symptoms toxic relationship, kalau awal didetect kan kalian bisa tahu sebenarnya jalan keluarnya apa," kata Acha Septriasa.

Ibu satu anak tersebut juga menilai hubungan toxic sebenarnya masih bisa diselamatkan apabila kedua pihak sama-sama mau memperbaiki diri dan terbuka mencari bantuan.

"Kalau menurutku sebenarnya semua itu bisa dibicarakan ya. Nggak ada hubungan suami istri yang dari awal menginginkan hal-hal negatif seperti itu. Pasti semuanya tujuannya untuk bersama-sama baik," ucap Acha Septriasa.

Selain komunikasi, Acha Septriasa juga menyoroti alasan banyak orang bertahan di pernikahan yang sudah tidak sehat, salah satunya karena anak. Padahal, keputusan keluar dari hubungan toksik tidak selalu berarti sebuah kegagalan.

Ada situasi tertentu ketika seseorang justru sedang menyelamatkan anaknya dari lingkungan yang tidak aman. Langkah berpisah terkadang menjadi jalan untuk melindungi masa depan anak.

"Kalau kita gagal dalam pernikahan seolah-olah kita dicap sebagai manusia yang gagal di seluruh kehidupan kita," ujar Acha Septriasa.

"Kadang kita harus melihat dari sudut pandang lain bahwa kita sedang menyelamatkan cara pandang anak mengenai relationship yang baik itu seperti apa," tambah Acha Septriasa.

Acha Septriasa memahami keputusan berpisah memang bukan perkara mudah bagi orangtua. Terlebih ketika ada anak yang harus dipikirkan masa depannya.

"Anak itu precious banget buat orangtuanya. Jadi aku rasa itu memang jadi salah satu hal yang menghambat seorang korban keluar dari hubungan yang nggak sehat," kata Acha Septriasa.

Meski begitu, Acha Septriasa menegaskan semua keputusan tetap kembali kepada masing-masing individu dan kondisi yang mereka hadapi di dalam rumah tangga.

"Semua pilihan sebenarnya ada di tangan korban, ada di tangan semua perempuan, ada di tangan semua laki-laki. Tapi ya tergantung kalau kalian memang benar-benar ada di tempat yang tidak aman," tutur Acha Septriasa.

Pentingnya Mendeteksi Red Flags

Dalam kesempatan yang sama, Acha Septriasa juga mengingatkan pentingnya mengenali red flag pasangan sejak masih pacaran atau baru memasuki hubungan serius. Banyak orang baru menyadari hubungan toxic setelah semuanya terlambat.

"Kalau misalnya kita enggak tahu pasangan kita ya memang hidup kita bisa amburadul banget. Jadi penting buat belajar detect red flags dari awal," kata Acha Septriasa.

Pernyataan Acha Septriasa mengenai pernikahan ini menarik perhatian publik, mengingat kehidupan pribadinya sempat menjadi sorotan setelah resmi bercerai dari Vicky Kharisma pada 2025 lalu.

Meski begitu, Acha Septriasa tidak secara spesifik membahas rumah tangganya. Dia memilih fokus menyampaikan pesan bahwa hubungan sehat harus dibangun lewat komunikasi, keterbukaan, dan rasa aman satu sama lain.

Artikel terkait

Rekomendasi