Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menjatuhkan hukuman tegas kepada pemain Timnas U17 Qatar, Amrmohamed Ezzat, akibat tindakan kekerasan terhadap pemain Timnas U17 Indonesia pada Sabtu (9/5/2026). Insiden pemukulan tersebut terjadi saat kedua tim bertemu di Stadion King Abdullah Sport Center, Jeddah, dalam laga Grup B Piala Asia U17 2026.
Hukuman ini dijatuhkan setelah penyerang Qatar tersebut terbukti melakukan pemukulan ke arah punggung bek Indonesia, Farik Rizqi, pada menit ke-90+5. Berdasarkan laporan pertandingan yang dilansir dari Bola, wasit Veronika Bernatskaia langsung memberikan kartu merah kepada Ezzat sesaat setelah kejadian tersebut berlangsung.
Pihak otoritas sepak bola Asia menyatakan bahwa tindakan pemain bernomor punggung tersebut merupakan pelanggaran berat. Hal ini merujuk pada regulasi disiplin yang berlaku dalam turnamen resmi di bawah naungan konfederasi tersebut.
"Pelanggaran serius yang dapat dihukum dengan pengusiran Pasal 47, Kode Disiplin dan Etika AFC." tulis pernyataan AFC.
Setelah melakukan peninjauan terhadap laporan wasit dan rekaman pertandingan, AFC mengonfirmasi bahwa pengusiran tersebut didasarkan pada tindakan fisik yang tidak sportif. Keputusan ini berimplikasi pada larangan bermain di laga-laga berikutnya bagi sang pemain.
"Terdakwa dikeluarkan oleh wasit karena tindakan kekerasan," tulis pernyataan AFC.
Bentuk sanksi pertama adalah skorsing dua pertandingan yang harus dijalani oleh Amrmohamed Ezzat. Mengingat Qatar sudah tersingkir dari turnamen, sisa hukuman akan dibawa ke kompetisi resmi berikutnya yang diikuti oleh sang pemain sesuai aturan organisasi.
"Amrmohamed Ezzat (AFC/185256/QAT) diskors selama dua (2) pertandingan, yang termasuk satu (1) pertandingan skorsing otomatis yang timbul dari pengusirannya dalam pertandingan Qatar vs. Indonesia pada 9 Mei 2026." jelas pihak AFC.
Rincian jadwal hukuman tersebut mencakup pertandingan melawan China serta sanksi lanjutan pada periode tahun depan. Hal ini merujuk pada ketentuan teknis mengenai akumulasi hukuman bagi pemain yang timnya sudah tidak memiliki jadwal laga tersisa di edisi berjalan.
"Satu (1) pertandingan skorsing akan dijalani dalam pertandingan Piala Asia U17 AFC 2026 antara China PR vs. Qatar pada 12 Mei 2026." papar pihak AFC.
AFC juga menegaskan bahwa hukuman yang belum tuntas akan tetap melekat pada catatan disiplin sang pemain. Ketentuan ini diambil untuk memastikan setiap tindakan kekerasan di lapangan mendapatkan konsekuensi yang setimpal secara administratif.
"Sisa satu (1) pertandingan skorsing akan dibawa ke tahun berikutnya sesuai dengan Pasal 38.2.2 Kode Disiplin dan Etika AFC," jelasnya.
Selain larangan bertanding, Ezzat juga diwajibkan membayar denda administratif sebesar 600 dolar AS atau sekitar Rp10,4 juta. AFC memberikan tenggat waktu yang ketat bagi sang pemain atau federasi terkait untuk melunasi kewajiban finansial tersebut.
"Amrmohamed Ezzat (AFC/185256/QAT) diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD600/- sesuai dengan Pasal 3.1.2 Surat Edaran No. 7 Piala Asia U17 AFC 2026." tulis pernyataan AFC.
Prosedur pembayaran denda ini telah diatur secara sistematis dalam kode etik organisasi. Keterlambatan pembayaran dapat memicu sanksi tambahan sesuai dengan koridor hukum sepak bola Asia yang berlaku saat ini.
"Denda tersebut harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini dikomunikasikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC," tutup pernyataan AFC.
Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan Qatar, namun hasil tersebut tidak cukup membawa mereka ke babak perempat final. Baik Qatar maupun Indonesia dipastikan gugur di fase grup setelah menempati posisi bawah di klasemen akhir Grup B.