Penyanyi Afgan mengungkapkan pengalaman titik terendah dalam kariernya saat harus vakum bernyanyi selama beberapa bulan akibat cedera pita suara pada 2019. Kondisi tersebut dipicu oleh ambisi besar di usia muda yang membuatnya kurang selektif dalam mengambil pekerjaan hingga mengalami kelelahan berlebih atau overwork.
Kesehatan pelantun lagu Terima Kasih Cinta ini menurun drastis setelah memaksakan jadwal kerja yang sangat padat. Berdasarkan keterangan yang dilansir dari Detikcom, insiden ini menjadi peringatan bagi sang musisi mengenai pentingnya menjaga ritme kerja dalam industri hiburan.
"Saya cedera itu 2019. Itu benar-benar satu hal yang karena memang overwork ya, harus diakui pada saat itu emang semuanya saya ambil gitu," ujar Afgan dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Cedera yang dialami mengharuskan Afgan menjalani pemulihan intensif berupa istirahat vokal total. Tantangan ini menjadi masa sulit karena ia dilarang menggunakan suaranya baik untuk bernyanyi maupun sekadar berkomunikasi sehari-hari.
"Pita suara saya harus vocal rest, gak boleh nyanyi, bahkan enggak boleh ngomong sebenarnya waktu itu, cuma saya bandel ya, (itu dilakukan) tiga bulan," kenang Afgan.
Sebelum memutuskan istirahat total, Afgan sempat memaksakan diri untuk tetap tampil dalam rangkaian Konser Dekade. Namun, performanya saat itu diakui tidak maksimal akibat rasa sakit yang ia rasakan selama berada di atas panggung.
"Sekarang mungkin bisa lebih selektif dalam menerima pekerjaan. Saya sudah melewati banyak hal, tapi ujung-ujungnya tetap saya lakuin karena saya memang love music," tutur Afgan.
Saat ini, Afgan mulai belajar mengatur ritme kegiatannya agar insiden penurunan kesehatan serupa tidak terulang kembali di masa depan. Keputusan untuk lebih selektif diambil demi menjaga kualitas suaranya tetap prima setelah 18 tahun berkarya di belantika musik Indonesia.