Film komedi horor Agak Laen: Menyala Pantiku mengukuhkan posisinya sebagai sinema terlaris sepanjang sejarah perfilman tanah air. Dilansir dari Filmon, pencapaian luar biasa ini diraih oleh karya produksi Imajinari pada awal tahun 2026.
Layar bioskop domestik menyaksikan ketangguhan sekuel ini dalam mempertahankan eksistensinya. Sinema yang diarahkan oleh sutradara Muhadkly Acho tersebut tetap kokoh bersaing di tengah gempuran film internasional seperti Avatar: Fire and Ash maupun deretan karya lokal terbaru.
Berdasarkan laporan resmi dari akun Instagram @imajinari.id, momentum pemecahan rekor bersejarah tersebut terjadi pada hari Jumat (02/01). Agak Laen: Menyala Pantiku secara sah menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa setelah sukses mengumpulkan lebih dari 10.250.000 penonton.
Pencapaian angka tersebut membuat sekuel ini berhasil menggeser dominasi film animasi Jumbo dan sinema horor KKN di Desa Penari. Berdasarkan data dari Cinepoint, Jumbo sebelumnya menempati posisi atas dengan 10.233.002 penonton, disusul KKN di Desa Penari yang mengantongi 10.061.033 penonton.
Performa komersial Agak Laen 2 juga tercatat melesat jauh melampaui pencapaian film pertamanya yang meramaikan bioskop pada tahun 2024 lalu. Film pendahulu yang memadukan unsur komedi dan cerita mistis tersebut menyudahi masa tayangnya dengan perolehan 9.127.602 penonton.
Target Rekor Bioskop Domestik
Kini, tersisa satu torehan besar lagi yang harus dilampaui oleh Agak Laen 2 jika ingin mengklaim status sebagai film paling laris secara keseluruhan di industri bioskop Indonesia. Rekor tertinggi tersebut saat ini masih dipegang oleh sinema pahlawan super Avengers: Endgame.
Film Hollywood yang dirilis pada tahun 2019 silam itu tercatat mampu mendatangkan hingga 11 juta penonton ke bioskop-bioskop Indonesia. Perkembangan angka penjualan tiket untuk film Agak Laen: Menyala Pantiku masih terus dinantikan sepanjang bulan Januari tahun 2026 ini.Adapun jajaran departemen akting untuk sinema pemecah rekor ini diisi oleh kombinasi aktor dan komedian tanah air. Mereka yang terlibat membintangi proyek ini di antaranya adalah Bene Dion, Ariyo Wahab, Boris Bokir, Jajang C Noer, hingga Chew Kin Wah.