Musisi Ahmad Dhani mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap keputusan Maia Estianty yang membawa putra bungsu mereka, Dul Jaelani, ke psikiater. Penolakan ini berkaitan dengan upaya pemulihan trauma setelah kecelakaan maut pada 8 September 2013 silam.
Pernyataan lama pentolan Dewa 19 tersebut kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah diunggah ulang oleh akun X @pedas__manis. Dilansir dari Suara, Dhani menilai tindakan medis tersebut sebenarnya tidak diperlukan bagi putranya.
Dalam sebuah wawancara bersama Daniel Mananta, Ahmad Dhani menegaskan bahwa Dul memiliki garis keturunan yang kuat secara mental. Ia menyebut identitas keluarga sebagai alasan mengapa bantuan profesional dianggapnya berlebihan.
"Saya selalu bilang sama Dul. Ayah itu harimau, ayah itu singa, kamu itu anak singa," kata Ahmad Dhani.
Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa nama besar yang disandang sang anak seharusnya memberikan kekuatan tersendiri. Dhani bahkan melontarkan pandangan bahwa pihak medis mungkin akan merasa segan saat berhadapan dengan nama tersebut.
"Namamu itu Abdul Qodir Jaelani. Harusnya psikiater ketemu kamu itu malu," ucapnya.
Ahmad Dhani juga menyinggung bahwa keterlibatan psikiater terjadi karena saat itu Dul Jaelani tinggal bersama ibunya. Ia menegaskan posisinya yang sejak awal tidak memberikan restu atas langkah penanganan kesehatan mental tersebut.
"Tapi karena dia tinggal sama ibunya, dia ikut psikiater. Kalau aku, aku enggak pernah setuju anakku Dul ke psikiater," imbuh Dhani.
Sikap ini memicu beragam reaksi dari warganet yang menganggap pandangan tersebut mengabaikan kondisi psikis anak. Sebagaimana diketahui, Dul Jaelani sempat mengalami trauma mendalam akibat kecelakaan di Tol Jagorawi yang merenggut tujuh nyawa.
Langkah Maia Estianty yang sigap mencari bantuan profesional justru dinilai banyak pihak sebagai bentuk tanggung jawab orang tua. Beberapa warganet mengingatkan bahwa trauma fisik dan mental akibat peristiwa besar bukanlah hal yang bisa diselesaikan hanya dengan label keberanian.
"Anaknya kan habis nabrak orang, itu juga merupakan kelalaian dia sebagai ayah, anaknya bisa bawa mobil sendiri sampai kecelakaan, otomatis kan anak ada trauma sebabkan kecelakaan. Enggak mikir kondisi mental dan psikis anaknya, hadeh. Punya bapak macam gini untuk anaknya punya mental baja semua," komentar akun @tan***.
Kritik lain juga menyoroti bahwa memiliki perasaan sedih atau takut adalah hal manusiawi, termasuk bagi laki-laki. Viral kembalinya potongan video ini merupakan buntut dari rangkaian unggahan kontroversial Ahmad Dhani di media sosial belakangan ini.