Musisi Ahmad Dhani mengungkapkan tuduhan perselingkuhan yang melibatkan mantan istrinya, Maia Estianty, dengan seorang petinggi stasiun televisi swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Selasa, 4 Mei 2026. Tuduhan ini merujuk pada alasan di balik pemboikotan sang musisi wanita dari layar kaca televisi tersebut selama bertahun-tahun.
Dilansir dari Suara, Dhani menyatakan bahwa pria tersebut merupakan satu-satunya pihak yang diduga menjalin hubungan gelap dengan Maia selama masa pernikahan mereka dahulu. Pentolan grup Dewa 19 ini enggan menyebutkan nama secara rinci, namun memberikan petunjuk mengenai identitas perusahaan media yang dimaksud.
"Ya diduga petinggi TV swasta tersebut," kata ujar Ahmad Dhani.
Dhani menjelaskan adanya instruksi pemblokiran terhadap Maia yang disebutnya sudah berlangsung sejak tahun 2007 hingga saat ini. Penegasan ini disampaikan untuk memperkuat klaim mengenai adanya konflik personal antara Maia dengan pihak internal stasiun televisi tersebut.
"Cek aja di mana Maia Estianty di-blacklist di TV swasta tersebut dari tahun 2007 sampai sekarang, " ungkap Ahmad Dhani.
Keputusan boikot tersebut disinyalir muncul karena kemarahan istri sah dari pemilik stasiun televisi tersebut. Dhani menilai bahwa keberadaan Maia dianggap sebagai pihak ketiga yang mengganggu keharmonisan rumah tangga pemilik media itu.
"Istrinya pemilik TV swasta tersebut pasti menganggap Maia pelakor pasti ya kan," kata Ahmad Dhani.
Guna membuktikan ucapannya, Dhani mengklaim telah mengantongi bukti fisik berupa data cetak riwayat panggilan telepon dari nomor prabayar yang digunakan Maia kala itu. Ia menyebut komunikasi antara keduanya terjadi secara intensif dan terus-menerus.
"Ini ada nomor telepon yang bersangkutan. Waktu itu Maia pakai yang isi ulang, dipikir kalau yang isi ulang tidak bisa diprint. Ternyata saya bisa print," kata Ahmad Dhani.
Berdasarkan data yang dimilikinya, Dhani menyoroti frekuensi percakapan telepon yang dinilainya sangat tinggi dalam kurun waktu satu hari. Ia menyamakan intensitas komunikasi tersebut lebih sering daripada jadwal makan harian.
"Makan tiga kali sehari kalah gitu," imbuh Ahmad Dhani.
Dhani memberikan penegasan bahwa bukti durasi dan nomor telepon tersebut menunjukkan hubungan yang bersifat personal. Ia meyakini bahwa percakapan yang terjadi tidak berkaitan dengan urusan pekerjaan di industri hiburan.
"Makanya di sini ditulis bukan urusan bisnis bukan urusan yang lain gitu," ujar Ahmad Dhani.