Musisi sekaligus politisi Ahmad Dhani membeberkan alasan sebenarnya di balik perceraiannya dengan Maia Estianty pada Desember 2006 silam. Dilansir dari Suara, pernyataan ini baru diungkapkan sekarang demi melindungi kesehatan mental serta nama baik ketiga putranya, Al, El, dan Dul, saat mereka masih duduk di bangku sekolah.
Dhani menjelaskan bahwa keputusan untuk bungkam selama dua dekade diambil agar anak-anaknya tidak menjadi sasaran perundungan atau bahan pembicaraan negatif di lingkungan pendidikan mereka. Ia memprioritaskan perlindungan terhadap martabat ibu dari anak-anaknya dibandingkan melakukan pembelaan diri di hadapan publik pada masa itu.
"Jadi karena Maia selingkuh saya ceraikan dia. Kenapa ini baru diungkap setelah 20 tahun karena saya nggak mau Al, El, Dul kecil di sekolahnya diketahui bahwa bundanya bercerai gara-gara selingkuh," kata Ahmad Dhani.
Pendiri grup band Dewa 19 ini mengeklaim telah mengantongi berbagai bukti yang sangat lengkap mengenai dugaan perselingkuhan tersebut. Ia mengategorikan bukti-bukti miliknya secara alfabetis mulai dari kategori A hingga Z guna memperkuat pernyataannya tersebut.
"Ini adalah bukti A, B, C. Ada lagi bukti D, E, F, G sampai Z. Dan bukti A, B, C, Al, El, Dul belum tahu. Tapi bukti D, E, F, G, sampai Z sudah tahu. Makanya saya cuek aja hari ini jumpa pers," ujar Ahmad Dhani.
Keyakinan Dhani untuk berbicara terbuka pada Rabu, 6 Mei 2026, didasari oleh fakta bahwa sebagian besar informasi tersebut sudah diketahui oleh anak-anaknya yang kini telah dewasa. Ia juga meluruskan status hukum pernikahan mereka secara agama yang disebutnya telah berakhir lewat talak tiga pada akhir tahun 2006.
"Orang harus paham perceraian menurut agama sah ketika seorang laki-laki menalak 3, saya talak tiga Maia Desember 2006," pungkas Ahmad Dhani.
Langkah Dhani ini dilakukan sebagai respons atas munculnya kembali narasi masa lalu yang menempatkan pihak tertentu sebagai korban. Ia merasa keberatan dengan spekulasi yang terus berkembang dan ingin menegaskan bahwa hubungan pernikahan tersebut secara prinsip keagamaan telah tuntas sejak lama.