Ajax Amsterdam sukses melangkah lebih dekat menuju kompetisi Eropa setelah menundukkan FC Groningen dengan skor 2-0 pada pertandingan semifinal play-off kualifikasi Liga Konferensi Eropa di Stadion Kras, Volendam, Kamis malam.
Kemenangan klub berjuluk De Godenzonen tersebut dipastikan melalui gol sundulan kapten Davy Klaassen pada menit ke-24 setelah memanfaatkan umpan silang matang dari Mika Godts, serta gol tambahan dari Jorthy Mokio pada menit ke-57.
Hasil ini membuat Ajax melaju ke babak final play-off, sementara FC Groningen harus menerima kekalahan yang diperparah oleh ditariknya penyerang utama mereka, Thom van Bergen, akibat cedera pada menit ke-32.
Di balik kemenangan tersebut, internal Ajax diterpa isu miring terkait komitmen pilar pertahanan mereka, Ko Itakura dan Josip Sutalo, yang absen karena diduga sengaja menghindari laga demi menjaga kebugaran menjelang Piala Dunia 2026.
Presenter ESPN, Jan Joost van Gangelen, mengungkapkan bahwa pelatih Ajax Amsterdam, Óscar García, enggan memberikan jawaban pasti saat dimintai konfirmasi mengenai fokus pikiran kedua pemain tersebut.
"García ontweek de vraag een beetje en zei: Ik focus me alleen op de spelers die er echt willen staan vandaag. Dat geldt dus niet voor bijvoorbeeld Sutalo" kata Jan Joost van Gangelen, presenter ESPN.
Kabar mengenai keengganan Sutalo untuk tampil dalam pertandingan krusial ini langsung memicu reaksi keras dari kalangan pengamat dan mantan pemain sepak bola Belanda.
"Dat proef je wel, toch?" tanya Jan Joost van Gangelen.
Mendengar rumor tersebut, mantan bek PEC Zwolle, Bram van Polen, menilai bahwa spekulasi mengenai motivasi pemain sangat berisiko jika belum terbukti secara sepenuhnya.
"Het lastige hieraan is dat je het tidak kunt maken, of ze wel of geen zin hebben" retorik Bram van Polen, mantan pemain PEC Zwolle.
Meski dinilai berbahaya bagi keharmonisan tim, Van Gangelen tetap meyakini bahwa masalah motivasi sang bek asal Kroasia itu sudah diketahui oleh pihak internal klub.
"Omdat je het niet zeker weet. Dan ga je lopen gissen." sahut Bram van Polen.
Van Gangelen kemudian menegaskan kembali pandangannya mengenai situasi yang berkembang di lingkungan tim asal Amsterdam tersebut.
"Volgens mij is het een beetje een publiek geheim" cetus Jan Joost van Gangelen.
Menanggapi hal tersebut, Van Polen memberikan kecaman tajam dan mengingatkan terkait kewajiban profesional seorang pesepak bola yang tetap digaji oleh klub.
"Stel dat het so is, dan is dat natuurlijk echt een schande" tegas Bram van Polen.
Sebagai penutup, ia menambahkan bahwa setiap pemain yang berada dalam kondisi bugar sepenuhnya wajib memberikan kontribusi terbaik di lapangan.
"Je wordt betaald door je werkgever. Dit zijn beslissende potjes voor je club. Dan moet je die, mits je fit bent, gewoon spelen." pungkas Bram van Polen.