Ajax Amsterdam Hadapi FC Groningen dalam Play-off Europa Conference League

Ajax Amsterdam Hadapi FC Groningen dalam Play-off Europa Conference League

Ajax Amsterdam berhadapan dengan FC Groningen dalam babak play-off kualifikasi Europa Conference League pada Kamis, 21 Mei 2026, di Stadion Kras, Volendam.

Pertandingan ini digelar di markas FC Volendam karena Stadion Johan Cruijff milik Ajax sedang digunakan untuk rangkaian konser musik Harry Styles.

Laga penentuan ini diselenggarakan hanya dalam satu pertandingan tunggal, sehingga pemenang antara Ajax dan Groningen akan langsung melaju ke babak final pada hari Minggu mendatang.

Pelatih Ajax Amsterdam, Óscar García, harus melakukan perombakan di lini belakang karena sejumlah pemain pilar seperti Ko Itakura, Josip Sutalo, dan Takehiro Tomiyasu mengalami cedera.

Kondisi tersebut membuat bek berusia 18 jaar, Aaron Bouwman, dipercaya tampil sebagai starter untuk mendampingi Youri Baas di pos bek tengah.

Absennya sejumlah pemain memicu spekulasi dari pengamat sepak bola Jan Joost van Gangelen yang menyebut adanya rahasia umum bahwa Sutalo enggan bermain di babak play-off demi menjaga kondisi menjelang Piala Dunia.

García sendiri memilih untuk menghindari pertanyaan dari jurnalis mengenai fokus para pemainnya terhadap turnamen internasional tersebut.

"García ontweek de vraag een beetje en zei: Ik focus me alleen op de spelers die er echt willen staan vandaag. Dat geldt dus niet voor bijvoorbeeld Sutalo"," kata Jan Joost van Gangelen dilansir dari ESPN.

Mantan pemain PEC Zwolle, Bram van Polen, memberikan tanggapan bahwa situasi spekulatif tersebut sangat berbahaya jika belum terbukti secara pasti.

"Het lastige hieraan is dat je het niet hard kunt maken, of ze wel of geen zin hebben," reageer Bram van Polen.

Van Gangelen kemudian menimpali bahwa atmosfer keengganan tersebut sangat terasa di dalam tim.

"Dat proef je wel, toch?" zegt Jan Joost van Gangelen.

Mendengar hal tersebut, Van Polen menegaskan bahwa tindakan mengabaikan tugas klub demi kepentingan pribadi merupakan hal yang tidak profesional.

"Stel dat het zo is, dan is dat natuurlijk echt een schande," vindt Bram van Polen.

Ia menambahkan bahwa setiap pemain profesional memiliki kewajiban penuh untuk membela klub yang menggaji mereka di laga-laga krusial.

"Je wordt betaald door je werkgever. Dit zijn beslissende potjes voor je club. Dan moet je die, mits je fit bent, gewoon spelen," kata Bram van Polen.

Di sisi lain, García memilih fokus sepenuhnya pada target tim untuk menembus kompetisi Eropa musim depan.

"Ik zou ervoor tekenen om volgend seizoen geen trainer van Ajax meer te zijn, als de club dan wel Europees voetbal speelt," zei Óscar García pada sesi konferensi pers sehari sebelum laga.

Pelatih asal Spanyol tersebut juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan para suporter yang hadir langsung ke Volendam.

"Ik zie veel mensen met Ajax-shirts, dus het voelt als thuis maar dan kleiner," kata Óscar García saat diwawancarai oleh ESPN.

Ia menilai kompetisi kasta ketiga Eropa ini sebagai target realistis yang bisa dimenangi oleh anak asuhnya kelak.

"Dat is een competitie die Ajax volgend jaar misschien wel kan winnen, wie weet?" vraagt Óscar García.

García pun menuntut komitmen tinggi dan militansi dari sebelas pemain yang diturunkannya di lapangan.

"We moeten met ons hart spelen. Ik wil elf strijders zien," kata Óscar García.

Pertandingan babak pertama sendiri berjalan ketat dengan dominasi penguasaan bola dari Ajax Amsterdam, sementara FC Groningen mendapat dukungan langsung dari 400 suporter yang memadati tribun tandang.

Artikel terkait

Rekomendasi