Ajax Amsterdam tengah mempersiapkan langkah besar untuk memperkuat komposisi pemain mereka pada musim depan. Direktur Teknik Ajax Amsterdam, Jordi Cruyff, bertekad membangun skuad yang kompetitif agar tim bisa kembali bersaing di Liga Champions.
Langkah perombakan ini dipicu oleh performa klub yang dinilai kurang memuaskan sepanjang musim ini. Seperti dilansir dari Bola, salah satu sektor yang menjadi perhatian utama manajemen adalah posisi penjaga gawang yang kerap mendapatkan kritik dari publik sepak bola Belanda.
Kebutuhan akan kiper baru mencuat karena Vitezslav Jaros diperkirakan akan kembali ke Liverpool setelah masa peminjamannya berakhir. Kondisi ini membuat Ajax mulai berburu sosok tangguh untuk mengisi posisi di bawah mistar gawang secara permanen.
Ajax Amsterdam dilaporkan sedang memantau situasi Marc Andre ter Stegen yang saat ini dipinjamkan Barcelona ke Girona. Ketertarikan ini muncul seiring kabar bahwa Michel, pelatih Girona, dijagokan untuk menangani Ajax pada musim mendatang.
Meskipun Ter Stegen sempat tersisih di Barcelona karena kehadiran Joan Garcia, pengalamannya di level tertinggi menjadi daya tarik utama bagi Jordi Cruyff. Selain Ter Stegen, nama kiper Barcelona lainnya, Inaki Pena, juga masuk dalam radar pantauan tim pemandu bakat Ajax.
Masa depan kedua kiper tersebut di Camp Nou masih belum menemui titik terang setelah masa peminjaman mereka selesai. Laporan dari Mundo Deportivo menyebutkan bahwa Hansi Flick dan Deco sedang mempertimbangkan opsi untuk melepas mereka secara permanen maupun pinjaman kembali.
Di luar nama-nama dari Liga Spanyol, Jordi Cruyff juga menaruh minat pada penjaga gawang Bayer Leverkusen, Mark Flekken. Persaingan ketat di internal Barcelona yang kini memiliki Joan Garcia dan Wojciech Szczesny serta rencana merekrut Alex Remiro memperbesar peluang kepindahan target-target tersebut.
Posisi Maarten Paes di Bawah Tekanan
Rencana perekrutan kiper kelas dunia ini menjadi ancaman serius bagi posisi Maarten Paes. Kiper Timnas Indonesia tersebut sebenarnya mulai mendapatkan kepercayaan sebagai pilihan utama setelah Vitezslav Jaros mengalami cedera.
Selama mengawal gawang Ajax dalam 10 pertandingan, Maarten Paes mencatatkan 4 kali nirbobol dan kebobolan 11 gol. Statistiknya mencakup 3 kemenangan, 4 hasil imbang, serta 3 kekalahan sejak didatangkan pada paruh musim ini.
Namun, performa Paes tidak lepas dari sorotan tajam, termasuk dari mantan pemain Timnas Belanda, Rafael van der Vaart. Legenda Belanda tersebut secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap sikap dan kepemimpinan Paes di lapangan hijau.
"Saya akan langsung mengirim kiper itu kembali ke—dari mana dia berasal? Amerika? Dia baru bergabung, dan dia harus membuktikan segalanya," kata Rafael van der Vaart dikutip dari Voetbal International.
Kritik tersebut muncul setelah Paes kedapatan mengeluhkan kinerja rekan setimnya dalam sebuah pertandingan. Van der Vaart menilai tindakan tersebut tidak sepantasnya dilakukan oleh pemain yang baru bergabung dengan klub sebesar Ajax.
"Dia kemudian akan mengatakan mereka bukan tim, yang menurut saya sangat mudah. Dia menghentikan bola, berlari keluar kotak penalti, dan mengumpat semua orang," ujar Van der Vaart.
Van der Vaart menambahkan penegasan mengenai ketidaksukaannya terhadap perilaku sang penjaga gawang di atas lapangan. "Saya sama sekali tidak menyukai itu," tutur dia.
Kini, masa depan Maarten Paes di Ajax Amsterdam berada di persimpangan jalan antara menjadi kiper pelapis atau tergeser oleh kedatangan pemain baru pilihan manajemen.