Ajax Tekuk FC Utrecht Lewat Adu Penalti Babak Play-off

Ajax Tekuk FC Utrecht Lewat Adu Penalti Babak Play-off

Ajax Amsterdam sukses mengamankan tiket kompetisi Eropa usai menundukkan FC Utrecht lewat drama adu penalti 4-3 dalam laga final play-off Eredivisie di Stadion Kras, Volendam pada Minggu petang, 24 Mei 2026.

Pertandingan krusial tersebut terpaksa berlanjut hingga babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sampai akhir babak perpanjangan waktu.

Kiper Ajax, Maarten Paes, tampil sebagai pahlawan dengan mementahkan dua eksekusi penalti dari penendang FC Utrecht, yakni Sebastien Haller dan Souffiane El Karouani.

FC Utrecht sebenarnya langsung tampil menggebrak sejak menit awal melalui sundulan Siebe Horemans dan sepakan Souffian El Karouani, namun semua peluang awal tersebut berhasil dipatahkan oleh kesigapan Paes di bawah mistar.

Ajax perlahan keluar dari tekanan dan membalas lewat aksi Steven Berghuis serta Aaron Bouwman, tetapi kiper Utrecht, Vasilios Barkas, juga tampil solid menjaga gawangnya tetap aman hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, tim asuhan Oscar Garcia mendominasi penguasaan bola dan nyaris memecah kebuntuan lewat tendangan Jorthy Mokio yang membentur mistar gawang.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-96 babak tambahan ketika gelandang Ajax, Davy Klaassen, menyambar bola muntah hasil kemelut di depan gawang Utrecht untuk membawa timnya unggul 1-0.

Meskipun demikian, FC Utrecht berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-106 melalui tembakan keras Gjivai Zechiël dari jarak 16 meter.

Sebelum laga penentuan dimulai, pelatih FC Utrecht, Ron Jans, sempat membagikan pandangannya mengenai laga pamungkas dalam karier kepelatihannya tersebut.

"It valt allemaal wel mee," tutur Jans nuchter.

Jans menegaskan bahwa dirinya sudah menjadwalkan momen ini sejak lama dan merasa optimistis berdasarkan catatan pertemuan sebelumnya melawan Ajax.

"Je ziet het einde van je carrière aankomen. Ik had 24 mei al heel vroeg in mijn agenda gezet, dat het de laatste dag moest worden. En dat is het. We hebben Ajax al een paar keer verslagen, dus we kunnen het mooi afsluiten door dat weer te doen." kata Jans.

Pelatih kawakan tersebut juga mengomentari perubahan kondisi psikologis pertahanan sang lawan serta mengantisipasi pergerakan penyerang sayap Ajax menjelang pertandingan final ini.

"Mentaal doet Ajax het beter de afgelopen weken," aldus Jans.

Ia menambahkan bahwa kemenangan Ajax sebelumnya atas FC Groningen menjadi bukti kesiapan mental skuad Amsterdam yang sempat kecewa karena harus bermain di babak play-off.

"Het was voor hen een teleurstelling om in de play-offs te spelen en dan ook nog in een ander stadion. Ze hebben het goed ingevuld met die overwinning op FC Groningen." ucap Jans.

Lebih lanjut, Jans memberikan analisis taktis mengenai pergerakan dinamis salah satu pemain kunci Ajax yang berpotensi merepotkan lini belakang skuadnya.

"In onze wedstrijd tegen Ajax was Mika Godts ook veel aan het zwerven, toen kreeg hij er allerlei kritiek op," ujar Jans.

Ia mengingatkan anak asuhnya untuk membagi tanggung jawab pengawalan apabila penyerang sayap tersebut mulai berpindah posisi dari sektor kiri permainan.

"Als Godts op links speelt, komt hij bij Niklas Vesterlund te staan. Gaat hij zwerven, dan moet iemand anders hem oppakken." pungkas Jans.

Kekalahan dalam adu penalti ini memastikan FC Utrecht gagal melaju ke Conference League musim depan, sementara empat algojo Ajax berhasil menuntaskan tugasnya dengan sempurna.

Artikel terkait

Rekomendasi