Ajax Amsterdam bertanding melawan FC Utrecht dalam laga final play-off Eropa pada Minggu, 24 Mei 2026, demi memperebutkan satu tiket menuju babak kualifikasi kedua Conference League musim depan.
Pertandingan penentu ini digelar setelah Ajax menyingkirkan FC Groningen, sementara FC Utrecht melaju ke final usai mengalahkan sc Heerenveen pada babak sebelumnya.
Bek FC Utrecht, Mike van der Hoorn, mengungkapkan keyakinannya menjelang laga final melawan Ajax setelah memantau permainan calon lawannya tersebut.
"I hara du ahan paruh pertamanyo dan sayo bapiha: nahr, mareka barmain cukuik rancak," kata Mike van der Hoorn, bek FC Utrecht dalam podcast Kick-off De Telegraaf.
Mantan pemain Ajax itu memprediksi pertandingan di Volendam akan berjalan sengit dan menguras stamina akibat faktor cuaca panas serta waktu istirahat yang singkat.
"Ini akan menjadi perang atrisi, dengan cuaca dan waktu istirahat yang singkat. Ini juga menyangkut mental di fase akhir dan Anda hanya harus memastikan bahwa Anda berada di sana sebagai sebuah tim," kata Mike van der Hoorn, bek FC Utrecht.
Van der Hoorn menambahkan bahwa efektivitas dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun menjadi kunci penting untuk menundukkan Ajax.
"Peluang kecil harus dimanfaatkan untuk menghabisi lawan," kata Mike van der Hoorn, bek FC Utrecht.
Kondisi pertandingan pada babak pertama justru mendapat kritik tajam dari analis ESPN, Kenneth Perez, yang menilai kualitas permainan kedua tim sangat mengecewakan.
"Mereka terkadang mengatakan bahwa pertandingan final bukanlah pertandingan yang bagus: itu benar," ujar Kenneth Perez, analis ESPN.
Perez menyoroti minimnya pergerakan tanpa bola dari para pemain FC Utrecht dan menilai Ajax tampil sedikit lebih dominan dalam laga tersebut.
"Utrecht juga sama sekali tidak menunjukkan apa-apa. Tidak ada seorang pun yang melakukan sesuatu tanpa bola… Semuanya ada di dalam bola. Ajax sedikit lebih baik," kata Kenneth Perez, analis ESPN.
Mantan pesepak bola asal Denmark tersebut menduga kualitas bola pertandingan yang tidak standar menjadi penyebab utama buruknya aliran permainan.
"Anda yakin ini bukan bola yang berbeda dari biasanya? Ini bola pantul. Ini bola yang dramatis untuk dimainkan! Jika Anda menendangnya, bola itu akan memantul ke pemain berikutnya," kata Kenneth Perez, analis ESPN.