Pesta juara Paris Saint-Germain setelah memenangi final Liga Champions menyisakan cerita menarik. Dilansir dari Detik Sport, momen jenaka terjadi di atas lapangan antara sang pelatih, Luis Enrique, dengan penyerang sayap andalannya, Khvicha Kvaratskhelia.
Peristiwa unik ini tertangkap kamera sewaktu skuad PSG bergantian melakukan sesi foto individu bersama trofi Liga Champions. Saat tiba gilirannya, Khvicha Kvaratskhelia langsung memamerkan gaya perayaan gol yang selama ini melekat pada dirinya.
Pemain sepak bola asal Georgia tersebut berpose membentuk huruf "K" menggunakan jari tangan. Pada saat yang sama, ia juga mengarahkan pandangan sambil menunjuk ke bagian urat nadi di lengannya.
Khvicha Kvaratskhelia berdiri tegak dengan penuh rasa bangga di depan piala paling bergengsi di Eropa tersebut. Namun, perhatian juru foto justru teralihkan oleh tindakan Luis Enrique yang berada persis di belakang area pemotretan.
Luis Enrique yang tengah menikmati atmosfer kemenangan tidak bisa menahan tawa melihat gaya anak asuhnya. Juru taktik berkebangsaan Spanyol itu spontan mencoba meniru gerakan tangan Khvicha Kvaratskhelia.
Sambil berkelakar bersama staf tim dan para pemain yang berada di sekelilingnya, Luis Enrique memperagakan pose tersebut dengan raut wajah penuh canda. Rekaman aksi jenaka ini pun langsung beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial.
Kehangatan Internal Skuad Paris Saint-Germain
Sisi jenaka yang tertangkap kamera ini menjadi cerminan nyata dari keharmonisan yang sedang menyelimuti kubu Les Parisiens. Seluruh elemen tim tampak sangat menikmati setiap detik perayaan setelah melewati perjuangan berat untuk mempertahankan takhta juara.
Suasana kontras terlihat jelas di mana Khvicha Kvaratskhelia berpose sangat serius di hadapan kamera demi dokumentasi resmi. Sementara itu, Luis Enrique bersama jajaran pemain lainnya justru asyik tertawa di luar sorotan utama.
Keberhasilan mempertahankan trofi ini semakin mengukuhkan dominasi Paris Saint-Germain di kompetisi antarklub tertinggi Eropa. Luis Enrique terbukti menjadi aktor intelektual penting di kursi kepelatihan, sedangkan Khvicha Kvaratskhelia terus memegang peran krusial di sektor penyerangan.