Empat pemeran utama film Mortal Kombat II menghadiri konferensi pers di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu, 3 Mei 2026, sebagai pembuka rangkaian tur promosi global perdana. Sebagaimana dilansir dari Suara, Jakarta terpilih menjadi lokasi peluncuran pertama mengungguli kota-kota besar di Jepang dan Singapura.
Aktor Ludi Lin, Max Huang, Tadanobu Asano, dan Joe Taslim membagikan rincian mendalam mengenai proses produksi sekuel arahan sutradara Simon McQuoid tersebut. Kehadiran mereka mengungkap berbagai aspek di balik layar, mulai dari persiapan fisik hingga ikatan emosional antar pemain selama syuting berlangsung.
Ludi Lin memberikan penegasan mengenai peran penting aktor asal Indonesia, Joe Taslim, dalam mewujudkan proyek film ini sejak awal. Keterlibatan Joe sebagai karakter Bi-Han atau Sub-Zero disebut menjadi faktor penentu dimulainya produksi waralaba tersebut.
"Sejujurnya, Mortal Kombat tidak akan ada tanpa Joe. Simon (sutradara Simon McQuoid) selalu mengatakan bahwa Joe adalah orang pertama yang dia pilih untuk Mortal Kombat," kata Ludi Lin, pemeran Liu Kang.
Ludi menambahkan bahwa suasana di luar jam syuting sering kali dihabiskan di kamar apartemen Joe Taslim yang berfungsi sebagai tempat berkumpul bagi seluruh pemeran. Ia menyebut Joe sering memasak untuk rekan-rekannya di sela jadwal latihan yang padat.
"Begitu Joe mengatakan ya untuk Sub-Zero, dia tahu bahwa Mortal Kombat mungkin untuk dibuat," imbuhnya.
Kedekatan tersebut terjalin secara konsisten setiap akhir pekan guna melepas kepenatan dari aktivitas fisik yang melelahkan. Joe Taslim mengakui bahwa dirinya sering meracik hidangan untuk memanjakan lidah para aktor Hollywood lainnya.
"Untuk Joe sebagai pribadi, dia sangat santai, dia sangat lucu. Setiap kali kami punya waktu di antara pekerjaan, ruang pesta adalah kamar Joe. Karena selalu ada musik, selalu ada pencahayaan yang bagus, dia bahkan memasak untuk kami," ungkap Ludi Lin.
Joe Taslim menjelaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari prinsip bekerja keras dan bermain dengan seimbang. Ia sengaja membawa bahan makanan khas Indonesia untuk disajikan kepada rekan-rekannya.
"Saya bawa beberapa mi instan Indonesia yang sangat terkenal. Kami bekerja sangat keras, Senin sampai Jumat, khususnya Max dan Ludi, untuk pertarungan yang kalian lihat itu. Nah, di akhir pekan biasanya work hard, play hard," cerita Joe Taslim, pemeran Bi-Han.
Ia juga menambahkan bahwa respon dari para pemeran lain sangat positif terhadap hidangan sederhana yang ia buat di apartemen tersebut. Hal ini memperkuat hubungan profesional dan personal di antara mereka.
"Saya memasaknya untuk mereka dan memberikannya kepada mereka. Semua orang seperti, 'Hei, ini seperti bintang dua Michelin'," tambah Joe Taslim.
Sementara itu, Max Huang membagikan kisah tentang latar belakang keluarganya yang memiliki kaitan erat dengan Indonesia. Pemeran karakter Kung Lao ini menyatakan bahwa kunjungan ke Jakarta terasa seperti pulang ke rumah karena sang ayah berasal dari Medan.
"Saya ingat saya datang ke sini pertama kali saat saya berumur tiga tahun. Ayah saya dari Medan. Jadi saya menganggap diri saya orang Indonesia juga," tutur Max Huang, pemeran Kung Lao.
Max juga menceritakan sejarah pertemuannya dengan Ludi Lin yang sudah dimulai sejak tahun 2011 di Tiongkok. Saat itu, ia masih bekerja di bawah naungan tim aksi milik Jackie Chan.
"Dulu saya masih seorang stuntman untuk tim stunt Jackie Chan, dan Ludi adalah salah satu aktor utamanya. Begitulah kami bertemu dalam kondisi yang kejam saat syuting," kenangnya.
Untuk memberikan performa terbaik sebagai Kung Lao, Max melakukan latihan bela diri tradisional secara intensif selama setahun. Ia berupaya memperdalam karakteristik gerak tokoh yang ia perankan.
"Saya mencari seorang biksu Shaolin di Jerman, dan dia membimbing saya, melatih saya selama sekitar satu tahun dalam Kung Fu Shaolin tradisional," ujar Max Huang.
Persiapan fisik tersebut dianggap sangat vital karena gerakan bela diri merupakan bentuk ekspresi utama dari karakter Kung Lao yang minim dialog. Max fokus pada detail teknis agar setiap serangan terlihat otentik di layar lebar.
"Saya ingin memberikan Kung Lao kedalaman yang lebih ketika datang ke bagaimana dia bergerak, karena dia mengekspresikan dirinya melalui gerakan seni bela diri. Dia tidak banyak bicara, tapi ketika Anda melihatnya bergerak, itulah dirinya yang sebenarnya," urainya.
Tantangan fisik yang sama juga dialami oleh Ludi Lin yang harus meningkatkan massa otot secara signifikan dalam waktu singkat. Hal ini dilakukan demi mengimbangi penampilan fisik lawannya, Martyn Ford, yang memerankan Shao Kahn.
"Selama periode enam bulan, saya menambah mungkin 30 hingga 35 pon (sekitar 15 kilogram) otot. Saya baru sadar betapa luar biasa sulitnya itu. Saya makan seperti delapan, sembilan pisang sehari, satu setengah, enam alpukat. Banyak memakan itu membuat saya sering ke kamar mandi," beber Ludi Lin. Sekuel Mortal Kombat dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 6 Mei 2026.