Pengadilan California menyatakan aktor Nick Pasqual bersalah atas percobaan pembunuhan terhadap mantan kekasihnya, Allie Shehorn, dalam sidang di San Fernando Courthouse pada Jumat (8/5/2026). Dilansir dari Wolipop, Pasqual terbukti melakukan penusukan brutal sebanyak 20 kali terhadap makeup artist Hollywood tersebut pada Mei 2024.
Majelis hakim memutus aktor serial How I Met Your Mother itu bersalah atas tiga dakwaan utama, yakni percobaan pembunuhan, pembobolan rumah tingkat pertama, dan penyerangan domestik. Akibat perbuatan tersebut, Pasqual kini terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Insiden bermula saat Pasqual membobol kediaman Shehorn di Los Angeles sekitar pukul 04.30 pagi waktu setempat pada 23 Mei 2024. Setelah melakukan serangan yang mengakibatkan luka serius pada korban, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap petugas di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko di Sierra Blanca, Texas.
Dalam persidangan, Allie Shehorn hadir secara langsung dengan bekas luka yang masih terlihat jelas di area lengan serta lehernya. Ia memberikan kesaksian mengenai detik-detik mencekam saat Pasqual berusaha merangsek masuk ke dalam rumahnya setelah pertengkaran hebat terjadi.
"Aku mengunci pintu dan dia mulai meninju pintu itu sampai berlubang dan berhasil membukanya. Aku langsung lari ke kamar mandi karena kupikir ada kunci lain di pintu itu," ujar Shehorn.
Lima hari sebelum peristiwa penusukan terjadi, catatan kepolisian menunjukkan Pasqual sebenarnya sempat ditahan di penjara Los Angeles. Namun, ia dibebaskan setelah menyerahkan uang jaminan sebesar US$50 ribu, yang kemudian diikuti dengan aksi pengejaran terhadap korban.
"Begitu dia membayar uang jaminan, dia langsung mengejar Allie," kata teman Shehorn, Jeff Dornoff.
Dornoff secara rutin memberikan pembaruan mengenai kondisi kesehatan Shehorn melalui platform penggalangan dana GoFundMe sejak akhir Mei 2024. Ia mencatat bahwa korban menunjukkan ketangguhan yang luar biasa meskipun harus menghadapi masa pemulihan yang sangat berat.
"menunjukkan perkembangan positif dalam proses pemulihannya. Jalannya masih sangat panjang, tapi dia menghadapinya dengan keberanian dan tekad," tulis Dornoff.
Sahabat korban lainnya, Christine White, merupakan orang pertama yang menemukan Shehorn dalam kondisi kritis bersimbah darah di lokasi kejadian. White segera melakukan tindakan pertolongan pertama untuk menyumbat pendarahan pada puluhan luka tusuk di tubuh sahabatnya tersebut.
"Aku hanya menyuruhnya terus menanda tangannya di leher untuk menghentikan pendarahan," kata White.
Luka-luka yang diderita Shehorn mengharuskannya menjalani prosedur operasi penyelamatan nyawa dan rekonstruksi medis yang berlangsung selama 14 jam. Setelah melewati masa kritis di unit perawatan intensif (ICU), kondisi makeup artist film Mean Girls dan Babylon itu dilaporkan terus mengalami kemajuan signifikan.