Klub Liga Arab Saudi, Al-Ittihad, dilaporkan tengah melakukan pendekatan intensif untuk mendatangkan Jurgen Klopp. Seperti dikutip dari Suara, manajemen klub tidak membidik sosok asal Jerman tersebut untuk posisi pelatih kepala, melainkan sebagai direktur teknis.
Langkah ini diambil setelah rumor yang mengaitkan mantan manajer Liverpool itu dengan kursi kepelatihan Al-Ittihad sempat meredup pada akhir Mei lalu. Peluang dirinya kembali ke pinggir lapangan dinilai tipis lantaran sang mentor masih terikat komitmen lain.
Saat ini, pria yang sukses mempersembahkan gelar Liga Champions dan Liga Inggris bagi publik Anfield tersebut masih aktif mengemban amanah sebagai Head of Global Soccer di Red Bull. Jabatan strategis di perusahaan minuman energi itu baru ia pegang sejak Oktober 2024.
Kendati demikian, Al-Ittihad dikabarkan enggan mundur dari perburuan tanda tangan sang juru taktik kenamaan. Berdasarkan informasi dari jurnalis Sacha Tavolieri, klub menyodorkan peran direktur teknis guna mengurusi kebijakan transfer sekaligus cetak biru pengembangan skuad.
Tawaran ini rupanya tidak langsung ditolak oleh pihak bersangkutan. Komunikasi intensif antara kedua belah pihak disebut-sebut kembali terjalin, meskipun agen sang pelatih sebelumnya sempat memberikan bantahan resmi terkait spekulasi yang berkembang di media.
Jika kesepakatan bernilai strategis ini membuahkan hasil, mantan arsitek Borussia Dortmund tersebut dikabarkan mengajukan satu syarat khusus. Ia menginginkan jaminan kebebasan mutlak untuk angkat kaki dari klub saat musim kompetisi baru sudah bergulir.
Klausul khusus itu diproyeksikan aktif sekitar tujuh pertandingan pasca-kontrak kerja samanya dengan Red Bull resmi berakhir. Hingga detik ini, baik pihak manajemen Al-Ittihad maupun pihak perwakilan resmi belum memberikan konfirmasi resmi mengenai progres negosiasi.
Apabila kesepakatan ini terealisasi, sosok ikonik tersebut berpeluang besar untuk reuni dengan mantan anak asuhnya di Merseyside, Fabinho. Gelandang bertahan asal Brasil itu diboyong dari AS Monaco pada 2018 dan kini berstatus sebagai pilar krusial di lini tengah Al-Ittihad.
Reputasi besar yang melekat pada dirinya menjadi alasan utama Al-Ittihad begitu bernafsu mendaratkannya ke Timur Tengah. Kehadirannya diproyeksikan mampu merevolusi tata kelola manajerial serta memperkokoh fondasi pengembangan tim dalam jangka panjang.