Fenomena viralnya lagu parodi tentang Bahlil Lahadalia di media sosial pada Jumat (29/5/2026) mendapat sorotan dari perspektif psikologi sosial dan klinis sebagai bentuk respons masyarakat terhadap tekanan digital. Popularitas tayangan tersebut dinilai menjadi gambaran cara manusia mengelola stres dan berinteraksi di ruang publik virtual.
Analisis psikologi sosial menyebutkan bahwa penyebaran masif ini dipengaruhi oleh kebutuhan individu untuk menjadi bagian dari kelompok. Pengguna media sosial cenderung meniru konten yang sering muncul di beranda mereka karena adanya pengaruh lingkungan digital yang kuat.
Teori Belajar Sosial dari Bandura pada tahun 1977 mendukung argumen ini dengan menyatakan bahwa proses belajar manusia terjadi melalui pengamatan dan peniruan. Selain itu, fenomena penularian sosial atau social contagion membuat emosi serta tren menyebar jauh lebih cepat di platform digital dibandingkan interaksi langsung.
Ketertarikan publik terhadap lagu parodi yang terkesan absurd tersebut juga didasarkan pada Teori Humor Ketidaksesuaian yang dikembangkan oleh Suls pada 1972. Rasa lucu muncul akibat adanya jarak antara ekspektasi kognitif otak dengan kenyataan tidak terduga yang didengar oleh pengguna.
Dari sudut pandang psikologi klinis, humor dalam lagu tersebut berfungsi sebagai salah satu mekanisme pertahanan diri yang sehat dan adaptif. Berdasarkan klasifikasi Vaillant pada tahun 2000, humor membantu masyarakat menciptakan jeda emosional serta mengurangi ketegangan psikologis di tengah paparan informasi yang melelahkan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebelumnya telah menanggapi peredaran lagu parodi berjudul 'My Little Bolu Ketan' atau 'Mas Bahlil Ganteng' tersebut.
"Saya minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan kare..." ujar Bahlil Lahadalia.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul unggahan video plesetan nama bank dan aplikasi keuangan oleh akun TikTok @mang_aplent yang ditonton hingga 4,1 juta kali dalam waktu kurang dari satu hari.