Pebalap Alex Rins menyatakan keterkejutannya setelah tim pabrikan Yamaha memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya pada Selasa (5/5/2026). Keputusan mendadak tersebut diambil manajemen tim saat musim balap 2026 baru berjalan tiga seri di tengah proses transisi teknologi mesin.
Dilansir dari Detik Oto, Rins merasa penilaian performa terhadap dirinya dilakukan terlalu dini mengingat tim sedang mengembangkan mesin V4 terbaru. Padahal, pebalap asal Spanyol ini baru saja bergabung demi melihat potensi jangka panjang yang ditawarkan oleh pabrikan asal Jepang tersebut.
"Situasinya sulit. Saat saya menandatangani kontrak, saya masih bersama LCR Honda dan perasaan saya bagus. Mereka (Yamaha) datang kepada saya dan menawarkan kesempatan ini: saya melihat ada potensi," kata Alex Rins.
Rins menjelaskan bahwa dirinya menghadapi kendala teknis yang berbeda pada dua tipe mesin yang digunakan musim ini. Penggunaan mesin Inline4 menyulitkan sisi pengereman, sementara adaptasi pada mesin V4 sebenarnya memberikan impresi yang jauh lebih positif bagi sang pebalap.
"Dengan mesin Inline4, kami kesulitan memacu motor dan saya punya masalah saat melakukan pengereman. Kemudian saat kami beralih ke mesin V4, sensasinya bagus, jadi saya terkejut karena hanya dalam tiga balapan mereka sudah memutuskan masa depan saya," ceplos Rins.
Hingga saat ini, Yamaha masih berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan dari dominasi pabrikan Eropa di kejuaraan dunia. Rins tercatat mampu finis di posisi ke-7 saat menggunakan mesin lama, namun justru kesulitan menembus sepuluh besar dengan mesin baru dan hanya mencatatkan posisi terbaik ke-14.
Meskipun merasa dilepas terlalu cepat di tengah masa pengembangan motor yang krusial, pebalap berpengalaman ini menegaskan akan tetap bekerja secara profesional. Fokus utamanya kini adalah menyelesaikan sisa balapan musim 2026 dengan performa maksimal untuk tim.
"Komitmen saya kepada mereka sungguh total. Begitulah kehidupan, tapi saya akan terus memberikan yang terbaik," jelas Rins.