Petenis asal Jerman, Alexander Zverev, sukses mengakhiri penantian panjangnya untuk meraih gelar major setelah menumbangkan wakil Italia, Flavio Cobolli, pada babak final tunggal putra turnamen Roland-Garros 2026 di Lapangan Philippe-Chatrier, Paris, Prancis, Minggu (7/6).
Kemenangan perdana Zverev di ajang Grand Chelem ini diraih lewat pertarungan ketat lima set yang berakhir dengan skor 6-1, 4-6, 6-4, 6-7(5), dan 6-1. Petenis nomor tiga dunia tersebut tampil solid pada momen-momen krusial, termasuk melakukan break penting pada set kelima untuk mengunci kemenangan dalam laga yang melelahkan.
Tekanan besar sempat membayangi Zverev sebelum laga mengingat ia pernah menelan tiga kekalahan menyakitkan di final Grand Chelem sebelumnya, termasuk di Roland-Garros 2024 dan Australia Open 2025. Namun, absennya anggota "Big Three" di final serta tersingkirnya Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz membuka peluang emas bagi petenis berusia 29 tahun ini.
Di sisi lain, Flavio Cobolli yang berusia 24 tahun mencatatkan pencapaian luar biasa dengan menembus final Grand Chelem pertamanya. Cobolli melaju ke partai puncak setelah rekan senegaranya, Matteo Arnaldi, mengundurkan diri akibat sakit sebelum laga semifinal.
Pertandingan ini juga menandai momentum bersejarah bagi tenis Italia karena Adriano Panatta, juara Roland-Garros 1976 asal klub yang sama dengan Cobolli, diundang langsung oleh panitia untuk menyerahkan Coupe des Mousquetaires. Sebelum laga final putra ini berlangsung, petenis muda Rusia Mirra Andreeva telah lebih dulu mengamankan trofi tunggal putri setelah mengalahkan Maja Chwalinska.