Petenis Jerman Alexander Zverev berhasil meraih gelar Grand Chelem pertamanya setelah mengalahkan Flavio Cobolli dalam babak final tunggal putra turnamen Roland-Garros 2026 di Paris, Prancis, pada Minggu (7/6) malam waktu setempat.
Unggulan kedua tersebut memenangi laga dramatis lima set dengan skor akhir 6-1, 4-6, 6-4, 6-7(5), dan 6-1 di Lapangan Philippe-Chatrier. Dilansir dari laporan resmi rolandgarros.com, kemenangan bersejarah ini diraih Sascha setelah bertarung ketat selama 4 jam 16 menit.
Pertandingan puncak ini sempat berjalan menegangkan ketika Cobolli yang berusia 24 tahun merebut set keempat lewat tiebreak. Namun, Zverev menunjukkan kekuatan mentalnya dengan mendominasi penuh set penentu untuk memastikan trofi tertinggi di turnamen tanah liat tersebut.
Hasil ini sekaligus mengukuhkan posisi Zverev sebagai petenis pria Jerman pertama di era Open yang sukses menjadi juara di Roland-Garros. Sebelum melangkah ke partai final keempatnya di ajang Grand Chelem ini, Zverev menyingkirkan Jakub Mensik lewat pertarungan empat set di babak semifinal.
Statistik performa Zverev di lapangan tanah liat sepanjang musim ini tercatat sangat impresif dengan mengamankan 18 kemenangan dari 20 pertandingan terakhir. Senjata servis pertamanya menjadi salah satu yang paling efektif sepanjang turnamen, ditambah dengan tingginya persentase keberhasilan poin dari servis kedua.
Pengamat media olahraga terkemuka seperti ATP, ESPN, dan Tennis.com sebelumnya telah menjagokan Zverev karena konsistensi permainan terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir. Kejuaraan tahun ini juga dinilai lebih terbuka setelah absennya juara bertahan dua kali Carlos Alcaraz dan tersingkirnya Jannik Sinner di putaran kedua.
Kondisi jalannya pertandingan final ini sempat mendapatkan perhatian dari mantan petenis Prancis yang kini menjadi komentator televisi.
"Je le sens quand même un peu fébrile" kata Alizé Cornet, konsultan untuk France TV saat laga memasuki set ketiga.
Penilaian tersebut dilontarkan Cornet ketika melihat Zverev yang meskipun memimpin dua set berbanding satu, sempat tampak kurang tenang menghadapi perlawanan agresif dari Cobolli.