Gelandang Alexia Putellas memutuskan menyudahi karier sepak bolanya di FC Barcelona Femení setelah berhasil memenangkan empat gelar sekaligus dalam satu musim. Keputusan hengkang tersebut diambil sang kapten setelah mengabdi selama 14 tahun dan mencatatkan 507 pertandingan resmi bersama klub asal Catalan itu.
Dilansir dari iusport.com, keputusan hengkang pemain berusia 32 tahun ini didasari oleh kombinasi beberapa alasan krusial. Putellas tengah mencari proyek olahraga baru yang menjamin daya saing jangka panjang bagi kariernya.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran finansial membuat manajemen Barcelona tidak mampu menyamai penawaran kontrak baru dari klub-klub Eropa lainnya. Faktor tersebut berpadu dengan keputusan personal Putellas yang merasa telah menyelesaikan seluruh pencapaian terbaiknya di klub.
Gelandang asal Spanyol itu pergi dengan warisan 38 trofi kolektif yang menjadikannya pesepak bola dengan gelar terbanyak dalam sejarah Barcelona. Total raihan tersebut meliputi 4 trofi Champions League, 10 gelar Liga, 10 Copa de la Reina, 6 Supercopa de Espanya, serta dua penghargaan Ballon d'Or berturut-turut pada 2021 dan 2022.
Kehadiran Putellas sejak kembali ke klub pada 2012 mendorong perubahan besar dalam ekosistem sepak bola wanita Spanyol yang awalnya minim pendanaan dan liputan media hingga resmi menjadi profesional pada musim 2022/2023. Dampak prestasinya turut mendongkrak jumlah pesepak bola wanita federasi di Spanyol hingga mencapai rekor 107.000 pemain.
Selain pencapaian di lapangan, Putellas mengambil peran penting sebagai pemimpin institusional dalam menuntut hak-hak atlet wanita. Keberaniannya terlihat saat menyuarakan gerakan penolakan terhadap kepemimpinan federasi pasca insiden yang menimpa rekan setimnya.
"#SeAcabó" kata Alexia Putellas, Kapten Barcelona.
Sikap tegas tersebut menjadi katalis utama yang mengubah arah tata kelola sepak bola wanita di Spanyol. Kini, namanya bersanding dengan jajaran legenda olahraga dunia seperti Marta Vieira da Silva, Alex Morgan, Sam Kerr, dan Ada Hegerberg seiring persiapan dirinya menuju klub baru yang masih menjadi teka-teki.