Walikota Madrid Jose Luis Martinez-Almeida melayangkan kritik tajam terhadap UEFA setelah Atletico Madrid tersingkir dari semifinal Liga Champions di Stadion Emirates, Rabu (6/5) dinihari WIB. Almeida menuding otoritas sepak bola Eropa tersebut sengaja menghalangi langkah tim asal Spanyol itu menuju partai puncak.
Kekalahan tipis 0-1 lewat gol Bukayo Saka membuat tim asuhan Diego Simeone tersebut menyerah dengan agregat 1-2. Hasil ini sekaligus memastikan Arsenal melaju ke final kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Almeida yang dikenal sebagai pendukung setia Los Colchoneros merasa ada ketidakadilan dalam proses pemilihan perangkat pertandingan dan keputusan di lapangan. Ia menyoroti penunjukan wasit asal Jerman di tengah persaingan koefisien liga antara Spanyol dan Jerman.
"Ketika saya melihat undiannya, saya pikir kami melawan Arsenal dan ternyata saya keliru, kami harus melawan UEFA, dan UEFA telah menjelaskan bahwa mereka tidak menginginkan Atletico Madrid berada di final Liga Champions," sengat Almeida.
Pernyataan tersebut merujuk pada kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit yang dianggap merugikan tim tamu dalam momen-momen krusial pertandingan. Almeida secara spesifik mempertanyakan objektivitas pengadil lapangan yang berasal dari negara pesaing di ranking UEFA.
"Sulit dipahami karena mereka menunjuk seorang wasit Jerman ketika Spanyol dan Jerman sedang bersaing untuk mendapatkan tempat kelima di Liga hampions," lanjut Almeida.
Selain masalah kewarganegaraan wasit, sang Walikota juga menyoroti insiden teknis terkait penggunaan teknologi dalam pertandingan. Ia merasa ada kejanggalan pada keputusan offside yang menimpa salah satu pemain Atletico Madrid.
"Sulit dipahami karena tidak ada tayangan ulang satupun akan offside Giuliano ketika insidennya jelas-jelas penalti. Kita kemudian melihatnya di media sosial bahwa itu tidak offside dan dia datang dari daerah permainannya sendiri. Tidak offside dan mereka tidak ingin mengakuinya," tutur Almeida.
Ia menutup argumennya dengan menyatakan bahwa durasi pertandingan dan keputusan wasit tampak diarahkan untuk kemenangan tim tuan rumah. Almeida bersikeras bahwa ada keinginan dari pihak penyelenggara untuk melihat Arsenal berlaga di Budapest.
"Bukti yang jelas bahwa si wasit menginginkan bahwa pertandingannya berakhir secepatnya dan agar Arsenal yang pergi ke Budapest bukannya Atletico Madrid," ceplos Almeida.