Alwi Farhan Bersiap Bangkit Melalui Turnamen Singapore Open 2026

Alwi Farhan Bersiap Bangkit Melalui Turnamen Singapore Open 2026

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan disiapkan untuk kembali bertanding pada turnamen Singapore Open 2026 yang digelar pekan depan di Singapore Indoor Stadium setelah tim Merah Putih mencatatkan sejarah kelam tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026.

Kegagalan pertama Indonesia lolos dari fase grup kejuaraan beregu tersebut terjadi setelah skuad Garuda kalah bersaing dari Thailand dan Perancis. Alwi Farhan yang turun sebagai tunggal kedua menelan dua kekalahan dari Panitchaphon Teeraratsakul dan Alex Lanier, sehingga sempat mengalami tekanan emosional dan keterpurukan mental.

Kabid Binpres PBSI Eng Hian sempat membeberkan data rekam detak jantung Alwi Farhan yang menyentuh angka di atas normal yaitu mencapai 200 kali per menit saat menghadapi tekanan laga penentu. Evaluasi tim pelatih menunjukkan bahwa kegagalan mengatasi ketegangan berimbas langsung pada performa teknis di lapangan.

Pelatih tunggal putra utama PBSI Indra Wijaya memaparkan kondisi mental anak asuhnya yang sempat tertekan pascakejuaraan beregu tersebut saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur pada Rabu (20/5/2026).

"Alwi cukup terpukul juga dengan kekalahannya. Dia merasa tanggung jawabnya tidak bisa diselesaikan dengan baik," ucap Indra Wijaya.

Menurut penjelasan sang pelatih, proses menyakitkan dari kekalahan ini diharapkan mampu menempa mentalitas pemain muda berusia 20 tahun tersebut agar terbiasa menghadapi ketegangan di level tertinggi.

"Tapi bagi saya apa ya, proses yang seperti ini memang kekalahannya menyakitkan. Semoga kekalahan Piala Thomas bisa jadi satu pecutan keras," ujar Indra Wijaya.

Indra Wijaya menyadari bahwa beban berat di kejuaraan besar sudah menjadi bagian dari tugas yang harus dilewati para pemain tunggal putra masa depan Indonesia.

"Harus disadari bahwa tekanan-tekanan begitu tuh ya memang sudah mulai tugasnya mereka untuk terbiasa menghadapinya," jelas Indra.

Penurunan performa Alwi Farhan menjadi sorotan setelah dirinya sempat menembus peringkat 15 besar dunia BWF dan menjuarai Indonesia Masters 2026 pada awal tahun. Pascapiala Thomas, ajang Singapore Open 2026 akan menjadi pembuktian awal kesiapan fisik dan mental sang pemain sebelum berlanjut ke turnamen Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan.

Berdasarkan laporan Kompas.com, undian babak pertama Singapore Open 2026 mempertemukan Alwi Farhan dengan wakil Prancis Toma Junior Popov dalam pertemuan perdana kedua pemain di lapangan.

"Ya intinya kita, seperti Alwi [Farhan] terutama ya, Alwi cukup apa ya, cukup terpukul juga dengan kekalahannya. Dia juga ngerasa tanggung jawabnya tidak bisa diselesaikan dengan baik. Tapi bagi saya apa ya, proses yang seperti ini memang kekalahannya menyakitkan," ujar Indra Wijaya.

Pihak pelatih berharap hasil buruk di kejuaraan beregu sebelumnya bisa dikonversi menjadi motivasi tambahan untuk keluar dari tekanan lawan.

"Tapi apa ya, ya semoga kekalahan yang menyakitkan ini bisa jadi satu apa ya, jadi satu pecutan yang keras untuk kita lebih tahu bahwa tekanan-tekanan begitu [di Thomas Cup] tuh ya memang sudah mulai tugasnya mereka untuk terbiasa menghadapi tekanan seperti itu," jelas Ko Wi.

Kegagalan mengatasi ketegangan emosional dinilai menjadi faktor utama terhambatnya strategi permainan yang sudah dipersiapkan.

"Secara teknis di lapangan memang ada kelihatan [kesalahan], tapi menurut saya karena kegagalan untuk mengatasi segi emosi, emosional, atau ketegangan itu tidak bisa lepas," jelas Indra Wijaya.

Tekanan kuat dari lawan diakui menjadi ujian berat yang gagal dilewati oleh tunggal putra Indonesia saat berlaga di Denmark.

"Sehingga apa yang kita mau jalankan pun susah untuk dijalankan. Lebih ke sana. Di luar pressure-pressure khusus untuk Alwi ya, tekanan-tekanan Alex [Lanier] yang begitu kuat gitu ya, itu harus kita akui juga," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi