Pasar jam tangan pintar kembali kedatangan perangkat premium baru yang dibekali dengan spesifikasi tinggi. Jam tangan pintar bernama komersial Amazfit Balance 3 ini resmi diluncurkan tanpa banyak publisitas awal dengan membawa keunggulan pada sektor layar dan kapasitas penyimpanan.
Dilansir dari Suara, perangkat wearable ini dipasarkan dengan harga 369,99 dolar AS atau sekitar Rp6,7 juta. Nilai tersebut menjadikannya sebagai opsi alternatif yang lebih ramah kantong namun tetap memiliki performa bertenaga jika dibandingkan dengan tipe Balance Ultra.
Kelebihan utama dari jam tangan pintar ini terletak pada panel AMOLED berukuran 1,5 inci yang memiliki tingkat kecerahan puncak mencapai 3.000 nits. Kemampuan ini membuat teks dan grafis pada layar tetap terlihat jelas walau berada di bawah paparan sinar matahari langsung.
Ketangguhan fisik perangkat ini didukung oleh lapisan kristal safir yang memproteksi layar dari risiko goresan. Komponen tersebut dipadukan dengan bodi tangguh dari material baja tahan karat yang memiliki diameter sebesar 51,4 mm.
Produsen jam tangan pintar ini tetap mempertahankan ketebalan bodi pada angka 14,6 mm demi kenyamanan pengguna. Dimensi tersebut diklaim tetap ideal untuk mendukung aktivitas harian maupun olahraga berat.
Beralih ke sektor performa, media penyimpanan internal yang disediakan mencapai kapasitas 64 GB. Ruang lapang ini dapat dimanfaatkan pengguna untuk menyimpan data peta luring, lagu favorit, hingga aplikasi tanpa perlu selalu terhubung dengan ponsel.
Sistem navigasi pada perangkat ini mengandalkan teknologi GPS dual-band dengan akurasi tinggi yang mendukung panduan arah turn-by-turn. Mengutip FoneArena, jam tangan ini mengenalkan sistem kecerdasan buatan bernama HybridCharge Energy Intelligence.
Teknologi pintar tersebut bertugas memantau kualitas tidur, tingkat stres, serta beban latihan pengguna. Sistem kemudian akan mengolah data tersebut untuk membagikan panduan mengenai waktu yang tepat untuk beristirahat atau berolahraga.
Fitur Pemantau Kesehatan Lengkap dan Daya Tahan Baterai
Sektor pelacak kesehatan dilengkapi sensor pemantau detak jantung 24/7, suhu kulit, saturasi oksigen darah (SpO2), hingga pemantau siklus menstruasi. Untuk mendukung aktivitas fisik, tersedia lebih dari 180 mode olahraga termasuk opsi khusus untuk kejuaraan balap HYROX.
Aktivitas di dalam air juga didukung dengan adanya sertifikasi ketahanan air hingga tekanan 10 ATM. Kemampuan ini membuat perangkat aman dipakai untuk olahraga berenang maupun penyelaman rekreasi.
Suplai daya perangkat mengandalkan baterai berkapasitas 658 mAh yang diklaim mampu bertahan sampai 21 hari pada mode pemakaian normal. Jika fitur always-on display terus diaktifkan, masa pakai baterai dapat bertahan hingga 7 hari.
Fasilitas pendukung lain yang disematkan meliputi perangkat mikrofon dan speaker untuk panggilan telepon via Bluetooth, chip NFC demi keperluan pembayaran nirkabel, serta lampu senter internal dengan mode cahaya merah.
Proses pemesanan saat ini sudah dibuka lewat sistem pre-order di situs resmi Amazfit Global, dengan jadwal pengiriman unit yang akan dimulai pada pertengahan Juni. Di pasaran, perangkat ini akan bersaing dengan kompetitor di kelasnya seperti Asus VivoWatch 6 Plus dan Rogbid GeoX2.
Kepastian mengenai waktu peluncuran resmi produk ini ke pasar Indonesia masih belum diumumkan. Kendati demikian, perusahaan terdeteksi sudah mendaftarkan beberapa model jam tangan pintar teranyar di data Postel Komdigi.
Beberapa tipe yang terdaftar di antaranya adalah Amazfit Cheetah 2 Pro, Amazfit Cheetah 2 Ultra, serta Amazfit BIP MAX. Di samping ketiga produk tersebut, terdapat pula dua nomor model rahasia lain yang masih belum diketahui namanya.