Aktor Ammar Zoni dilaporkan mengalami trauma mendalam akibat kondisi pengamanan ketat setelah dipindahkan dari Lapas Cipinang ke Lapas Nusakambangan. Pemindahan ini dilakukan menyusul vonis tujuh tahun penjara yang menjeratnya atas kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika, sebagaimana dilansir dari Detik Hot pada Rabu (13/5/2026).
Kondisi fisik dan mental mantan suami Irish Bella tersebut menjadi sorotan setelah pihak keluarga mendapatkan informasi mengenai ketatnya prosedur di lembaga pemasyarakatan berkategori high risk tersebut. Keamanan yang sangat intensif di lokasi baru ini memicu tekanan bagi sang aktor selama masa penahanan.
Aditya Zoni, adik kandung Ammar, mengungkapkan bahwa keluarga tidak menerima pemberitahuan awal terkait proses pemindahan sang kakak. Kabar tersebut baru diterima dari petugas saat Ammar sudah berada dalam perjalanan menuju Nusakambangan, yang menyebabkan terputusnya komunikasi secara mendadak.
Keterbatasan ruang gerak di dalam sel menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan Ammar kepada keluarganya saat mereka berhasil menjalin komunikasi kembali. Ia merasa tertekan dengan fasilitas tidur yang dianggap tidak memadai bagi kesehatan fisiknya.
"Dia cerita semuanya tentang bagaimana di sana gitu kan, dia tidurnya gak nyaman kakinya ditekuk, dia dibilang 'bisa lumpuh gue lama-lama di sini'" kata Aditya Zoni, Adik Ammar Zoni.
Selain kendala fisik, Ammar Zoni juga menghadapi pembatasan waktu di luar ruangan yang sangat minim sehingga jarang terpapar sinar matahari. Kondisi isolasi yang cukup tinggi ini memperburuk kondisi psikologisnya selama mendekam di penjara tersebut.
"Keluar untuk matahari aja cuma dua kali satu minggu. Jadi itu ya dia sangat-sangat tersiksa di situ, dia merasa trauma lah untuk ke situ" tutur Aditya Zoni, Adik Ammar Zoni.
Penjelasan mengenai kondisi Ammar ini disampaikan Aditya saat ditemui awak media di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Pihak keluarga kini terus memantau perkembangan situasi kesehatan aktor tersebut selama menjalani sisa masa tahanannya di Nusakambangan.