Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, memasukkan nama Neymar ke dalam daftar awal 55 pemain untuk Piala Dunia 2026 meskipun sang penyerang sudah tidak membela tim nasional sejak Oktober 2023. Keputusan akhir mengenai keterlibatan pemain Santos tersebut akan ditentukan oleh penilaian kebugaran fisiknya dalam beberapa waktu ke depan.
Dilansir dari CNN Indonesia, Ancelotti mengungkapkan bahwa perkembangan Neymar dalam beberapa pekan terakhir menjadi alasan di balik pemanggilan sementara ini. Mantan pelatih Real Madrid itu mengakui bahwa proses pemulihan cedera lutut yang dialami pemain berusia 34 tahun tersebut mulai menunjukkan hasil positif melalui penampilan konsisten di level klub.
"Neymar sangat dicintai," ucap Ancelotti seperti dilansir dari ESPN.
Ancelotti menekankan bahwa kehadiran Neymar memberikan dampak positif yang besar bagi atmosfer internal tim Selecao. Ia juga menyebut bahwa kualitas teknis Neymar masih sangat dibutuhkan oleh negara untuk menghadapi persaingan di Grup C melawan Maroko, Haiti, dan Skotlandia.
"Bukan hanya oleh para penggemar, tetapi juga oleh para pemain. Jika Anda memanggil Neymar, Anda tidak akan menimbulkan keributan di ruang ganti karena dia sangat disukai, sangat dicintai," katanya melanjutkan.
Meskipun mengakui talenta besar sang bintang, Ancelotti menegaskan bahwa dirinya tidak merasakan tekanan dalam menentukan komposisi pemain. Fokus utamanya adalah memastikan 26 pemain yang terpilih nanti berada dalam kondisi siap tempur secara maksimal.
"Neymar adalah pemain penting bagi negara ini, karena bakat yang selalu ia tunjukkan, dan karena ia pernah mengalami masalah yang kini sedang ia atasi. Ia bekerja keras untuk pulih, dia bermain juga," tutur Ancelotti.
Setelah menunjukkan performa yang menjanjikan bersama Santos, Neymar dinilai mulai mendapatkan kembali sentuhan permainannya. Ancelotti terus menimbang setiap aspek sebelum pengumuman skuad final yang dijadwalkan pada Senin, 18 Mei 2026.
"Ia telah berkembang akhir-akhir ini dan bermain secara konsisten. Jelas, bagi saya, ini bukan keputusan yang mudah. Saya harus mempertimbangkan pro dan kontra dengan cermat," kata Ancelotti menjelaskan.
Beralih ke aspek manajerial, Ancelotti yang kini menginjak usia 66 tahun menyatakan antusiasmenya memimpin Brasil. Melansir bola.kompas.com, ia menegaskan dedikasinya terhadap sepak bola melampaui sekadar profesi di pinggir lapangan.
“Saya tidak bisa hidup tanpa sepak bola. Jika saya tidak lagi berada di lapangan, saya akan berada di sana sebagai penggemar yang menonton pertandingan.” katanya dikutip dari Football Italia, Kamis (14/5/2026).
Ancelotti juga menepis anggapan bahwa kesuksesannya hanya berlandaskan kedekatan emosional dengan para atlet. Ia menegaskan bahwa pemahaman taktik yang mendalam tetap menjadi kunci utama dalam memenangkan gelar juara.
“Bagi saya, menonton pertandingan di TV bukanlah pekerjaan. Itu adalah kesenangan. Saya sangat menyukai film. Bagi saya, sepak bola seperti kesenangan menonton film. Rasanya sama."
Ancelotti menambahkan bahwa dirinya akan tetap menjadi penikmat sepak bola meskipun nantinya sudah pensiun dari dunia kepelatihan. Namun saat ini, fokusnya adalah membangun hubungan personal yang kuat guna memaksimalkan potensi para pemain Brasil.
"Suatu hari nanti, ketika saya berhenti bekerja di bidang sepak bola, saya akan tetap menontonnya dengan cara yang sama, tanpa masalah apa pun," lanjutnya.
Mengenai gaya kepemimpinannya, Ancelotti menjelaskan kepada The Guardian bahwa rasa hormat kepada pemain sebagai manusia adalah pembeda utamanya. Ia menilai manajemen hubungan antarmanusia adalah tantangan tersulit namun terpenting dalam sepak bola modern.
“Saya benar-benar tidak tahu. Mungkin itu sikap saya, cara saya bersikap terhadap para pemain, rasa hormat yang saya tunjukkan kepada mereka sebagai manusia."
Ia percaya bahwa hubungan personal yang baik mampu mendorong pemain memberikan performa melampaui batas maksimal mereka. Ancelotti juga terus beradaptasi dengan perubahan tren sepak bola yang kini lebih analitis dan intens secara fisik.
“Saya sangat menghargai membangun hubungan pribadi tersebut," tegas Ancelotti.
Terkait tantangan mengelola tim nasional, ia memaparkan bahwa seorang manajer harus menyeimbangkan hubungan dengan berbagai pihak mulai dari klub hingga penggemar. Ia menegaskan kemampuannya dalam memahami seluruh dinamika strategi di lapangan hijau.
“Pekerjaan seorang manajer sangat sulit karena Anda harus mengelola begitu banyak hal," ungkap Carlo Ancelotti melanjutkan.
Ancelotti memaparkan kerumitan dalam mengelola tekanan dari berbagai arah, termasuk media dan pendukung tim nasional. Ia menempatkan interaksi manusia sebagai inti dari kesuksesan sebuah tim.
"Ada hubungan dengan para pemain, dengan klub, dengan pers, dengan para penggemar. Ada begitu banyak aspek dari pekerjaan ini yang harus Anda kelola."
Pelatih asal Italia ini juga menyanggah kritik yang menyebutnya kurang revolusioner dalam hal strategi. Baginya, hubungan baik hanyalah instrumen untuk mendukung implementasi taktik yang sudah ia susun.
"Yang paling menantang dari semua itu adalah hubungan dengan orang-orang – dan itu juga yang paling penting.”
Ancelotti kembali menegaskan bahwa trofi yang diraihnya adalah bukti dari kemampuan taktisnya yang mumpuni. Ia meyakini bahwa pemahaman aspek permainan lebih krusial daripada sekadar label dari publik.
"Saya tidak memenangkan gelar hanya karena hubungan saya dengan para pemain,” jelas Ancelotti.
Menurutnya, keharmonisan di ruang ganti berfungsi sebagai katalisator untuk meningkatkan standar permainan individu. Hal ini dianggapnya sebagai elemen penting namun bukan satu-satunya faktor penentu kemenangan.
“Hubungan yang saya miliki dengan para pemain sangat membantu karena memungkinkan saya untuk memaksimalkan potensi pemain. Terkadang bahkan lebih dari yang maksimal. Tapi itu hanya satu bagian dari permainan."
Menanggapi pergeseran taktik di era sekarang, Ancelotti mencermati bahwa banyak pelatih muda yang kini lebih menitikberatkan pada pola serangan. Ia sendiri terus melakukan penyesuaian agar gaya kepelatihannya tetap relevan.
"Bagi saya tidak penting apakah orang mengatakan saya ahli taktik yang baik atau tidak. Yang bisa saya katakan adalah saya sangat memahami semua aspek permainan.”
Ancelotti mengamati bahwa sepak bola saat ini jauh lebih mengandalkan data analitis dibandingkan sedekade lalu. Strategi bertahan menurutnya tidak lagi sedominan dulu dalam perencanaan taktis tim-tim besar.
“Sepak bola terus berubah. Saya mencoba beradaptasi dengan apa yang terjadi. Sepak bola saat ini lebih analitis, jauh lebih intens, lebih fisik."
Ia menyoroti bagaimana regenerasi pelatih membawa perspektif baru yang lebih agresif di lapangan. Ancelotti pun menyikapi perubahan ini sebagai bagian dari evolusi alami dalam industri olahraga tersebut.
"Beberapa taktik, terutama taktik bertahan, tidak sepenting 10 tahun yang lalu. Generasi pelatih baru lebih fokus pada permainan menyerang daripada bertahan,” ujar Ancelotti.
Kembali ke persoalan Neymar, Ancelotti menegaskan di sport.detik.com bahwa kriteria pemilihan sangat transparan. Kemampuan teknis Neymar tidak diragukan, namun kebugaran menjadi variabel yang bergantung pada sang pemain sendiri.
"Itu tergantung pada apa yang ditunjukkan pemain di lapangan. Itu kriteria yang sangat jelas dan itu tidak hanya berlaku untuk Neymar. Dengan sebagian besar pemain, Anda perlu menilai bakat dan kondisi fisiknya," ujar Ancelotti dikutip dari Football Italia.
Ancelotti menepis anggapan bahwa dirinya memiliki hak istimewa khusus untuk Neymar dalam skuad akhir nanti. Semua pemain akan dievaluasi berdasarkan standar fisik yang sama beratnya.
"Dengan Neymar kami hanya perlu menilai kondisi fisiknya karena bakatnya tidak diragukan lagi. Itu tergantung padanya, bukan pada saya," jelasnya.
Dalam wawancara lain yang dilansir bola.kompas.com, ia kembali mempertegas bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan pemain bernomor punggung 10 tersebut. Ancelotti tidak akan mengintervensi proses pembuktian fisik di lapangan.
“Pemanggilan Neymar sepenuhnya bergantung padanya. Itu bergantung pada apa yang ditunjukkan pemain di lapangan," terang Carlo Ancelotti.
Setiap pemain diwajibkan menunjukkan performa nyata sebelum Ancelotti mengetok palu untuk skuad final. Kondisi fisik menjadi pembeda utama karena kualitas teknik sudah menjadi prasyarat dasar bagi para pemain Selecao.
"Itu kriteria yang sangat jelas dan bukan hanya untuk Neymar. Dengan sebagian besar pemain, Anda perlu menilai bakat dan kondisi fisik."
Ancelotti kembali menekankan bahwa talenta Neymar adalah fakta yang tidak perlu diperdebatkan lagi. Satu-satunya keraguan hanyalah apakah tubuh sang pemain mampu menahan intensitas tinggi turnamen empat tahunan tersebut.
"Dengan Neymar, kita hanya perlu menilai kondisi fisiknya karena bakatnya tidak perlu diragukan lagi. Itu bergantung padanya, bukan pada saya," tambahnya.
Sementara itu, dukungan untuk Neymar juga datang dari pelatih Santos, Cuca. Berdasarkan laporan goal.com, Cuca meyakini Neymar telah bertransformasi menjadi pemain yang lebih cerdas secara taktis setelah membantu Santos menang atas Coritiba di Copa do Brasil.
"Untuk Piala Dunia ini, saya rasa seiring berjalannya setiap pertandingan, Neymar semakin menunjukkan nilainya dan kemampuannya. Ia bukan lagi Neymar seperti dulu, yang hanya mengambil bola dan menerobos ke dalam, tetapi kini ia mampu menciptakan kesulitan besar bagi lawan. Di tim nasional, dia bisa membantu dalam banyak hal, baik dengan datang dari belakang, memberikan umpan kepada rekan setim, kecerdasannya, menguasai bola, mengatur serangan, hingga mencetak gol. Dia bermain di sayap, sebagai nomor 10, maupun sebagai false nine," kata Cuca.
Cuca menganggap fleksibilitas posisi Neymar saat ini adalah keuntungan besar bagi Timnas Brasil. Ia optimistis sang pemain bisa mewakili negara dengan sangat baik jika terpilih nanti.
"Posisi dia di tim nasional sudah berada di jalur yang tepat, menurut saya. Dia bisa mewakili kita dengan sangat baik; menurut pemahaman saya, hal itu sangat diperlukan. Keputusannya ada di tangan pihak CBF; mereka memiliki berbagai opsi untuk dianalisis guna menentukan langkah selanjutnya. "Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di Piala Dunia, dan Brasil sedang tampil bagus, insya Allah mereka akan menjadi juara. Mari kita tunggu dan lihat, hadapi satu per satu, seperti yang telah kita lakukan. Mungkin pada hari Minggu dia akan tampil bagus lagi, dan siapa tahu, dia mungkin bisa mengamankan tempatnya di Piala Dunia," tambah Cuca.
Selain Neymar, perhatian juga tertuju pada bek veteran Thiago Silva yang kini berusia 41 tahun. Ancelotti mengonfirmasi bahwa mantan kapten PSG itu masuk dalam radar pemantauan karena performa impresifnya di liga domestik.
“Thiago Silva masuk dalam radar, ya. Dia bermain sangat baik, dia memenangkan liga Portugal dan berada dalam kondisi fisik yang prima.” kata Ancelotti.
Keberadaan pemain senior seperti Thiago Silva dianggap sangat krusial untuk membimbing talenta muda di ruang ganti. Ancelotti menyebut beberapa nama lain yang menjadi pilar kepemimpinan dalam skuadnya saat ini.
“Pemimpin itu penting. Untungnya, skuad ini memiliki pemimpin yang sangat dihormati," terang pelatih berusia 66 tahun itu.
Alisson, Casemiro, Marquinhos, dan Raphinha disebut sebagai figur yang memberikan teladan melalui tindakan di lapangan. Ancelotti yakin kombinasi pemain berpengalaman dan bakat muda akan membawa hasil maksimal.
"Pemimpin yang tidak banyak bicara tetapi memberikan contoh yang baik, seperti Alisson, Casemiro, Marquinhos, dan Raphinha. Dalam hal itu, skuad ini berada di tangan yang tepat.”
Ancelotti menutup dengan optimisme tinggi mengenai peluang Brasil di turnamen mendatang. Motivasi tinggi publik Brasil untuk mengakhiri puasa gelar selama 24 tahun menjadi energi tambahan bagi tim.
"I have a very talented squad. In addition, the motivation of this country to win again after 24 years is huge. I am sure we will have a great World Cup," pungkasnya.
Berdasarkan laporan rri.co.id, Thiago Silva dilaporkan telah resmi masuk dalam skuad sementara melalui informasi yang dibagikan pakar transfer Fabrizio Romano. Kehadirannya diharapkan memberikan ketenangan di lini pertahanan Selecao melalui jam terbang internasionalnya yang sangat tinggi.