Aktris ternama Angelina Jolie dikabarkan semakin mantap untuk meninggalkan Amerika Serikat. Kabar ini menguat setelah kediamannya yang terletak di Los Angeles (LA) muncul dalam daftar properti yang akan dijual.
Dilansir dari Detikcom, pemeran film Eternals ini dilaporkan telah memiliki rencana matang untuk pindah dari Amerika Serikat sejak Februari 2026. Alasan utamanya disebut-sebut karena kondisi politik di negara tersebut yang dinilai sedang memburuk.
Faktor lain yang mendukung keputusan ini adalah status anak-anaknya yang kini telah memasuki usia dewasa. Jolie merasa tidak lagi memiliki tanggung jawab penuh untuk menetap di satu tempat demi anak-anaknya dan siap memulai lembar kehidupan baru.
Dalam sebuah wawancara dengan People yang dikutip dari Fox News, Angelina Jolie sebenarnya tidak pernah memiliki keinginan untuk menetap secara permanen di Los Angeles. Namun, ia harus tinggal di sana demi berbagi tanggung jawab pengasuhan anak dengan mantan suaminya, Brad Pitt.
Situasi tersebut akan segera berubah seiring bertambahnya usia anak-anaknya. Vivienne dan Knox dijadwalkan akan menginjak usia 18 tahun pada bulan Juli mendatang, yang memberikan keleluasaan bagi Jolie untuk memilih lokasi tinggal baru.
Kamboja menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam daftar tujuan utama kepindahannya. Meski pihak aktris belum memberikan konfirmasi resmi, penjualan aset propertinya menjadi sinyal kuat kebenaran rumor tersebut.
Detail Mansion Mewah yang Dijual
Mansion milik Jolie di Los Angeles saat ini dipasarkan dengan harga mencapai USD 29,85 juta. Properti ini dibeli oleh sang aktris pada tahun 2017, tidak lama setelah proses perceraiannya dengan Brad Pitt selesai.
Rumah tersebut memiliki nilai sejarah tinggi di Hollywood karena sebelumnya pernah dimiliki oleh sutradara legendaris Cecil B. DeMille. Hunian mewah ini berdiri di atas tanah pribadi seluas 2,1 hektar dengan sistem pengamanan yang sangat ketat.
Fasilitas di dalamnya mencakup 6 kamar tidur dan 10 kamar mandi. Selain bangunan utama yang megah, kawasan tersebut juga dilengkapi dengan beberapa bangunan pendukung lainnya di sekitar area lahan.
Kritik Terhadap Kondisi Politik Amerika Serikat
Ketidaknyamanan Angelina Jolie terhadap kondisi politik Amerika Serikat menjadi dorongan besar baginya untuk hengkang. Ia merasa lingkungan saat ini tidak lagi memberikan kenyamanan seperti sedia kala.
"Aku cinta negaraku, tapi saat ini, aku tidak mengenali negaraku," katanya ketika menghadiri San Sebastián Film Festival di Spanyol September 2025.
"Aku selalu hidup di lingkungan internasional, keluargaku internasional, teman-temanku, hidupku... Pandangan duniaku adalah setara, bersatu, dan internasional. Apa pun, di mana pun yang memecah belah atau membatasi ekspresi pribadi dan kebebasan siapa pun, menurutku, sangat berbahaya," tegasnya.
Jolie memang dikenal vokal dalam mengkritik berbagai kebijakan di Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Pada tahun 2017, tulisannya di The New York Times secara tegas menentang aturan imigrasi yang diberlakukan di era pemerintahan Donald Trump.
Kala itu, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan negara tanpa harus mengorbankan sisi kemanusiaan bagi warga negara asing. Menurutnya, aturan yang membatasi kunjungan berdasarkan faktor geografis atau agama justru membawa dampak buruk.
"Kita dapat mengelola keamanan kita tanpa menganggap warga negara dari seluruh negara, bahkan bayi, tidak aman untuk mengunjungi negara kita karena faktor geografis atau agama," tulis Jolie kala itu.