Pembalap Mercedes Kimi Antonelli memimpin jalannya balapan Formula 1 Grand Prix Monako di Circuit de Monaco pada Minggu, 7 Juni 2026, setelah sesi balapan dihentikan sementara akibat insiden kecelakaan dan masalah teknis para pembalap utama.
Dilansir dari motorsport.com, Max Verstappen mengalami kegagalan mekanis fatal saat memulai balapan dari baris terdepan yang membuatnya terpaksa langsung menyudahi balapan pada putaran pertama akibat mesin mobil Red Bull miliknya mendadak mati.
Pembalap asal Belanda tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sudah merasakan keganjilan pada unit daya kendaraan sejak menjalani putaran pemanasan sebelum start dimulai.
"Yep, nice. Completely ****. Guys, what the **** man?" ujar Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing melalui radio tim.
Verstappen kemudian menjelaskan lebih rinci kepada Sky Sports F1 mengenai situasi tidak konsisten yang dialami mesin mobilnya sebelum benar-benar mogok di garis start.
"Already the formation lap was not going very well and then after that the pre-start was terrible," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia menambahkan bahwa mesinnya kehilangan tenaga secara drastis dan mengeluarkan suara yang sangat buruk, sehingga tim mengisytiyaratkan untuk membawa mobil kembali ke garasi demi menghindari kerusakan total.
"There was just no consistency and then the engine just dropped dead. I only got a little bit of power back after the first corner and then the engine sounded really awful. I could not go full throttle, so we brought it back and that was it." ucap Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Mantan juara dunia tersebut kini mengalihkan fokusnya pada balapan berikutnya di Spanyol untuk menguji paket pembaruan aerodinamika performa tinggi dari tim Red Bull.
"It's a completely different track so it will be a good test to see if we actually really made a proper step forward or not because that's all about high speed and aero performance," tambah Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen meyakini balapan di Barcelona-Catalunya akan menjadi akhir pekan yang sangat menarik bagi perkembangan timnya.
"So, that will be an interesting weekend." kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Selain Verstappen, kegagalan mesin juga menimpa juara dunia bertahan Lando Norris dari McLaren yang diperintahkan oleh timnya untuk segera masuk ke dalam pit dan menyudahi balapan lebih awal.
"What should I do?" tanya Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing saat mobilnya mogok di awal laga menurut laporan roadandtrack.com.
Insinyur balap Red Bull langsung memberikan instruksi cepat untuk memulangkan mobil ke pit demi keselamatan komponen kendaraan.
"Just bring it home," jawab Gianpiero Lambiase, Race Engineer Red Bull Racing.
Verstappen mengonfirmasi kepada Lawrence Barretto dari F1TV bahwa kendala respons mesin pra-start membuatnya tidak bisa mencapai target rotasi per menit (RPM) yang sesuai.
"I think I already had information that wasn't particularly great, but then in the pre-set already the engine was responding very weird," tutur Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia menyebutkan bahwa mobilnya sempat bergerak maju hanya dengan bantuan daya baterai cadangan sebelum mesinnya terdengar sangat buruk di lintasan.
"So, normally, at one point, you find your RPM target, but the engine was basically not doing that. And then when I dropped the clutch, it basically dropped dead. I only had the battery at one point. That helped me go forward. And after that, the engine sounded really bad as soon as I had a bit of power back, and I'm sure if I would've just gone flat out within the lap, I would've destroyed it completely. So they told me to bring it back slowly." jelas Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Di sisi lain, pembalap Aston Martin Lance Stroll menolak anggapan bahwa kerusakan permukaan aspal di tikungan terakhir menjadi penyebab utama dirinya menabrak dinding pembatas lintasan.
"I don't think it was the damage [that caused the crash], we've had engine braking issues all race, all weekend, all years. Some corners the engine is pushing, some it's pulling so it's doing different behaviour in different areas and on this lap it pushed me into the wall." kata Lance Stroll, Pembalap Aston Martin kepada Sky Sports dilansir dari bbc.co.uk.
Stroll menduga kecelakaan serupa yang dialami oleh Charles Leclerc di lokasi yang sama merupakan sebuah kebetulan murni karena masalah yang mereka hadapi di mobil berbeda.
"I think it's coincidence, we had different issues in the race. My issue was just my engine pushing me into the wall." tambah Lance Stroll, Pembalap Aston Martin.
Sementara itu, Lando Norris mengekspresikan kekecewaannya kepada BBC Radio 5 Live karena harus kehilangan momentum krusial untuk meraih poin berharga di Monako akibat masalah unit daya.
"I don't know [what the issue was], I just got told to retire. My pace to Pierre was much better, he got past in the beginning at Turn One, now he gets a penalty so that was my chance to be there and get some more points. Nothing really matters, just got to finish the race and I can't do that at the moment." ujar Lando Norris, Pembalap McLaren.
Norris memilih menyerahkan investigasi kerusakan mekanis tersebut sepenuhnya kepada para teknisi andalan di tim McLaren.
"These are just issues, I leave it to the pros to sort it out, the team are working hard to figure it out. There is a lot of stuff going on and I seem to be getting unlucky often but that's life." kata Lando Norris, Pembalap McLaren.
Berdasarkan laporan live blog abc.net.au, FIA terpaksa menghentikan balapan dengan bendera merah pada putaran ke-68 dari total 78 putaran setelah Charles Leclerc menabrak dinding pembatas tepat saat balapan kembali dimulai pasca insiden Lance Stroll.
Otoritas F1 mendeteksi adanya kerusakan permukaan trek di tikungan ke-19, dan para pembalap seperti George Russell dan Oscar Piastri sempat melaporkan kondisi aspal yang berbahaya melalui radio tim.
Sejumlah pembalap juga dijatuhi penalti lima detik akibat kedapatan melanggar batas kecepatan di dalam jalur pit, termasuk Pierre Gasly, Franco Colapinto, Sergio Perez, serta George Russell yang menerima hukuman penalti lantaran tim Mercedes lalai menunggu durasi lima detik saat melakukan servis di pit stop pertama.
Ketika bendera merah dikibarkan, Kimi Antonelli berada di posisi terdepan mengungguli Lewis Hamilton di tempat kedua dan pembalap Red Bull Isack Hadjar di urutan ketiga.
Balapan GP Monako 2026 dijadwalkan akan dimulai kembali menggunakan metode standing start setelah otoritas FIA selesai membersihkan sisa-sisa material hancuran aspal di tikungan terakhir.