Peringatan keras meluncur bagi suporter timnas Inggris menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Para penggemar yang memicu keributan, khususnya akibat pengaruh alkohol, menghadapi ancaman penahanan langsung di penjara Texas yang terkenal dipenuhi geng kriminal.
Otoritas Dallas, seperti dikutip dari Suara, telah menyiapkan ruang khusus di Tarrant County Jail guna menampung para pencinta sepak bola yang melakukan pelanggaran hukum. Fasilitas tahanan tersebut dikenal menampung ribuan narapidana, termasuk anggota kelompok kriminal yang sangat berbahaya.Laga pembuka yang mempertemukan Inggris dengan Kroasia sendiri dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni di Texas. Pihak berwajib memprediksi terjadinya lonjakan angka penangkapan akibat perilaku mabuk selama turnamen sepak bola akbar itu bergulir.
Berdasarkan regulasi setempat, tindakan mabuk di area publik dikategorikan sebagai pelanggaran ringan, namun tetap dapat berujung pada penangkapan. Pelaku pelanggaran bakal langsung dijebloskan ke sel tanpa mendapatkan perlakuan khusus, meskipun status mereka merupakan turis asing.
“Sebagian besar kasus kemungkinan terkait alkohol,” ujar Kepala Deputi Booking penjara, Bryan Sherman dilansir dari The Sun.
Bryan Sherman menegaskan bahwa pihaknya tidak ragu untuk menindak tegas fans yang kedapatan membuat keonaran. Selain masalah minuman keras, ia juga mengingatkan potensi kemunculan pelanggaran hukum lain, seperti aksi pencarian hingga praktik prostitusi.
Menurut Bryan Sherman, perilaku yang melampaui batas memang kerap terjadi ketika tingkat konsumsi alkohol di masyarakat meningkat.
Kondisi Tarrant County Jail
Penjara Tarrant County saat ini dihuni oleh sekitar 4.000 narapidana. Tempat tersebut dikenal luas sebagai basis operasi bagi sejumlah geng besar, seperti Aryan Brotherhood, Bloods, Crips, hingga Mexican Mafia, yang tentu meningkatkan kekhawatiran bagi fans yang tertangkap.
Situasi ini kontras dengan aturan ketat di Inggris. Di Amerika Serikat, suporter justru diperbolehkan menenggak minuman beralkohol langsung di kursi stadion, sebuah kebijakan yang diperkirakan memicu risiko perilaku tidak terkendali dari penonton.
Sebanyak 65.000 fans Inggris diprediksi bakal bertolak langsung demi menyaksikan turnamen ini. Kendati demikian, lebih dari 2.300 orang telah dilarang bepergian oleh otoritas terkait karena memiliki rekam jejak kerusuhan melalui Football Banning Orders.
Pihak berwenang kembali menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi sedikit pun bagi para pelanggar hukum sepanjang ajang ini berlangsung. Hooligan Inggris sangat diimbau untuk menjaga sikap mereka agar tidak menghabiskan waktu di balik jeruji besi selama pergelaran akbar tersebut.