Apple Kembangkan Fitur Anti Copet Otomatis iPhone Terinspirasi Android

Apple Kembangkan Fitur Anti Copet Otomatis iPhone Terinspirasi Android

Apple dilaporkan tengah mengembangkan sistem keamanan anti copet terbaru untuk perangkat iPhone. Mekanisme proteksi ini dirancang untuk mengunci perangkat secara otomatis ketika sistem mendeteksi ponsel pintar tersebut direbut secara paksa dari genggaman pemiliknya.

Langkah inovatif ini terinspirasi dari teknologi serupa yang sebelumnya telah diterapkan pada ekosistem Android. Informasi mengenai pengembangan proteksi mutakhir ini pertama kali ditemukan lewat penelusuran kode sistem oleh pihak 9to5Mac pada Kamis (28/5/2026).

Pengembangan sistem keamanan ini dilatarbelakangi oleh celah proteksi yang masih membayangi pengguna. Saat ini, ekosistem iOS sebenarnya telah dilengkapi dengan berlapis fitur keselamatan mumpuni, seperti Find My, Activation Lock, hingga modul Stolen Device Protection.

Meski demikian, deretan proteksi tersebut berpotensi kehilangan efektivitasnya jika tindak kriminal terjadi saat ponsel sedang dioperasikan. Penjahat digital masih dapat memicu kerugian fatal apabila berhasil menguasai gawai yang berada dalam status tidak terkunci.

Guna mengatasi kerentanan tersebut, Apple merancang algoritma mutakhir yang bekerja mirip dengan fitur Theft Detection Lock milik Android. Sistem pengamanan baru ini akan mengandalkan kolaborasi sejumlah sinyal sensor internal, termasuk komponen akselerometer bawaan iPhone.

Komponen sensor tersebut bertugas memantau gerakan tak wajar untuk mengonfirmasi terjadinya aksi perampasan. Begitu indikasi pembajakan gawai terverifikasi oleh sistem, iPhone akan langsung mengaktifkan mode penguncian layar seketika tanpa penundaan.

Dikutip dari Detik iNET, mekanisme perlindungan ini tidak hanya bergantung pada sensor gerak semata. Sistem kecerdasan buatan di dalam perangkat juga akan mengukur parameter jarak aman antara iPhone dengan Apple Watch yang terhubung ke pengguna.

Lebih lanjut, fitur teranyar ini bakal mengintegrasikan basis data spasial yang mirip dengan operasional Stolen Device Protection. Perangkat secara konstan akan memonitor status konektivitas jaringan WiFi serta titik koordinat lokasi yang dinilai familier, seperti area rumah tinggal atau lingkungan tempat kerja.

Apabila kalkulasi sistem menunjukkan bahwa gawai berpindah tangan secara mendadak di kawasan yang asing, proteksi otomatis segera aktif. Akses menuju sejumlah sektor sensitif di dalam sistem operasi akan langsung dibatasi secara ketat mengikuti protokol penyelamatan data.

Hingga saat ini, jadwal resmi perilisan pembaruan sistem keselamatan digital ini masih belum diumumkan oleh pihak Apple. Namun, keberadaan baris kode yang ditemukan oleh 9to5Mac mengonfirmasi bahwa raksasa teknologi tersebut sedang gencar merampungkan proses pengembangan fitur.

Artikel terkait

Rekomendasi