Penyanyi Ardhito Pramono secara terbuka mengonfirmasi status hubungan asmaranya dengan aktris Davina Karamoy saat ditemui di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Selasa, 12 Mei 2026. Sebagaimana dilansir dari Suara, keduanya kini mulai menunjukkan dukungan timbal balik dalam pengembangan karier masing-masing di industri hiburan.
Kabar mengenai kedekatan mereka mulai terungkap saat Ardhito membahas mengenai citra diri yang sering dianggap kutu buku oleh publik. Ia menjelaskan bahwa sang kekasih memiliki preferensi khusus terhadap penampilannya, terutama terkait penggunaan aksesori wajah.
"Cewek gue (Davina Karamoy) sih lebih suka kalau gue nggak pakai kacamata. Aseek..." seloroh Ardhito Pramono.
Meski sempat memancing rasa ingin tahu para awak media mengenai detail perjalanan cinta mereka, pelantun lagu Fine Today tersebut memilih untuk tidak membeberkan informasi lebih lanjut. Ia memberikan batasan yang tegas mengenai privasi hubungan mereka pada saat sesi wawancara berlangsung.
"Sudah, sampai situ aja. Hahaha. Gue mau nyinggung itu aja," ujar Ardhito Pramono.
Selain dukungan moral, pasangan ini juga tengah merencanakan proyek kerja sama secara profesional. Ardhito mengungkapkan adanya potensi kolaborasi dalam sebuah produksi karya di masa mendatang sebagai bentuk sinergi antar keduanya.
"Supportif banget. Nanti doain aja kita produksi bareng," ucap Ardhito Pramono.
Diskusi mengenai selera seni juga menjadi bagian dari dinamika hubungan mereka, di mana Ardhito secara aktif memberikan referensi musik era 1960-an kepada Davina. Salah satu grup musik yang diperkenalkan adalah Koes Plus guna memperluas wawasan musik sang aktris.
"Gue kasih musik-musik Indonesia tahun 60-an, tahun 66 Koes Plus gitu-gitu," tutur Ardhito Pramono.
Interaksi tersebut menghasilkan reaksi unik dari Davina yang menilai beberapa lagu pilihan Ardhito memiliki nuansa yang tidak biasa. Namun, Ardhito memandang perbedaan perspektif tersebut sebagai bagian dari apresiasi terhadap nilai artistik sebuah karya.
"Dia suka tapi walaupun dia bilang agak creepy cuman ya kesenian lah, sebuah kesenian," tambah Ardhito Pramono.