Ardhito Pramono Kenang Perjuangan Mengamen demi Beli Alat Rekaman

Ardhito Pramono Kenang Perjuangan Mengamen demi Beli Alat Rekaman

Musisi Ardhito Pramono membagikan kisah perjuangan awalnya di industri musik yang harus dimulai dengan bekerja di kedai kopi hingga menjadi pengamen di Australia demi membeli peralatan rekaman mandiri pada Selasa (12/5/2026).

Penyanyi kelahiran tahun 1995 tersebut mengaku harus mencari penghasilan tambahan untuk menopang kebutuhan hidup dan ambisi bermusiknya saat masih menempuh pendidikan di luar negeri, sebagaimana dilansir dari Suara.

"Zaman kuliah, ngerasain struggle. Gue kerja di coffee shop, jadi pengamen buat tambahan jajan," kata Ardhito Pramono saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Uang hasil jerih payahnya tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dikumpulkan secara konsisten untuk membangun studio mini pribadi agar bisa memproduksi karya secara independen.

"Beli alat ya dulu, beli alat mikrofon terus beli soundcard buat rekaman sendiri," ujar Ardhito Pramono.

Selain investasi peralatan musik, Ardhito juga menyisihkan pendapatannya untuk keperluan transportasi udara mengingat dirinya harus melakukan perjalanan antara Australia dan Indonesia selama masa studi.

"Kan gue di luar kota ya. Jadi gue nabung buat beli tiket gitu-gitu," imbuh Ardhito Pramono.

Perjalanan karier pelantun hits Bitterlove ini tercatat mulai mendapatkan perhatian publik pada tahun 2013 lewat konten daur ulang lagu di platform YouTube sebelum akhirnya merilis singel perdana bertajuk The Sun pada 2016.

Setelah sempat mengalami masa vakum akibat permasalahan hukum terkait narkoba, Ardhito kini kembali aktif di dunia hiburan melalui jalur akting dan proyek musik terbaru bersama grup band Wijaya 80 yang mengusung nuansa era 80-an.

Artikel terkait

Rekomendasi