Aktor sekaligus musisi Ardhito Pramono kembali menunjukkan kemampuan aktingnya lewat proyek layar lebar terbaru berjudul Gudang Merica. Film ini dijadwalkan mulai menyapa penonton di bioskop pada Mei 2026 mendatang.
Dilansir dari Suara, Ardhito harus menanggalkan citra modis yang selama ini melekat pada dirinya demi menghidupkan karakter bernama Razi. Sosok Razi dikisahkan sebagai pria dengan kepribadian culun yang sangat berbeda dari keseharian sang musisi.
Perubahan drastis tersebut mencakup gaya bicara dengan aksen daerah yang kental serta tatanan rambut model belah tengah. Transformasi fisik ini merupakan arahan langsung dari sang sutradara, Imam Darto.
"Pak Darto bilang, pokoknya lo harus belah tengah ya, nggak boleh Ardhito banget juga nggak boleh," kata Ardhito saat menceritakan arahan sang sutradara ditemui di Epicentrum, Jakarta Selatan pada Selasa, 12 Mei 2026.
Pria berusia 29 tahun tersebut mengakui bahwa gaya rambut belah tengah merupakan hal yang sangat baru baginya. Selama ini, ia tidak pernah menata rambutnya dengan model konvensional seperti itu.
Meskipun awalnya merasa asing, pelantun lagu Bitterlove tersebut mengaku sangat menikmati setiap momen perubahan penampilannya. Baginya, proses transformasi tersebut memberikan sisi hiburan tersendiri selama masa produksi berlangsung.
"Di mana gue nggak pernah belah tengah, belah tengah gitu. Tapi seru, lucu, lucu banget," jelas Ardhito Pramono.
Imam Darto selaku sutradara bahkan memberikan instruksi ketat agar Ardhito tidak kembali ke gaya aslinya. Ia dilarang keras untuk menyisir rambutnya ke arah samping atau gaya belah pinggir yang biasa ia gunakan.
"Pokoknya nggak boleh... nggak boleh belah pinggir, ini nggak boleh," ungkap bintang film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini tersebut.
Suasana Syuting dan Kedekatan Karakter
Meski mendapatkan banyak arahan yang tidak biasa, Ardhito merasa lingkungan kerja di lokasi syuting sangat positif. Kehadiran Imam Darto yang humoris dinilai mampu menghidupkan suasana bagi seluruh jajaran pemain.
"Pak Darto sangat fun di set juga yang ngelawak terus gitu, jadi kita nggak pernah ngerasa bosen," tutur Ardhito memuji suasana kerja.
Terkait pendalaman peran, musisi yang mahir bermain piano ini menemukan adanya kemiripan visi antara dirinya dengan Razi. Keduanya dianggap memiliki kesamaan dalam memandang arti penting sebuah pertemanan.
Ardhito menyebut bahwa ia dan tokoh yang diperankannya sama-sama menjunjung tinggi loyalitas dalam lingkaran persahabatan yang erat.
"Mungkin sama-sama punya circle yang brotherhood banget gitu kali ya," kata Ardhito saat menjelaskan sisi kepribadian karakternya.